JurnalLugas.Com — BFI Finance memutuskan membagikan dividen jumbo senilai Rp1 triliun kepada para pemegang saham setelah mencatatkan laba bersih yang tetap kuat sepanjang tahun buku 2025.
Keputusan tersebut disahkan dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST & LB) yang digelar di Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu, 20 Mei 2026.
Presiden Direktur BFI Finance, Sutadi, mengatakan nilai dividen yang dibagikan setara dengan 65,51 persen dari total laba bersih perusahaan yang mencapai Rp1,58 triliun.
“Total dividen yang disetujui mencapai Rp1 triliun atau Rp70 per saham,” ujar Sutadi.
Nilai tersebut terdiri dari dividen interim sebesar Rp35 per lembar saham yang telah dibayarkan pada Desember 2025 serta dividen final Rp35 per saham yang dijadwalkan cair pada 18 Juni 2026.
Di tengah dinamika industri pembiayaan nasional, BFI Finance juga mencatat kinerja keuangan yang dinilai tetap sehat hingga kuartal pertama 2026.
Perusahaan membukukan total aset sebesar Rp25,3 triliun dengan piutang pembiayaan yang dikelola mencapai Rp26,8 triliun.
Dari total pembiayaan tersebut, sekitar Rp15,5 triliun atau 57,8 persen dialokasikan untuk pembiayaan modal kerja berbagai sektor usaha.
Sepanjang tiga bulan pertama 2026, BFI Finance telah menyalurkan pembiayaan baru senilai Rp5,5 triliun. Nilai tersebut disebut relatif stabil dibanding kuartal sebelumnya.
Sektor pembiayaan kendaraan roda empat masih menjadi kontributor terbesar portofolio perusahaan dengan porsi mencapai 68,1 persen.
Sementara pembiayaan alat berat dan mesin berkontribusi 15 persen, pembiayaan roda dua sebesar delapan persen, serta pembiayaan berbasis properti dan lainnya sekitar 8,9 persen.
Dari sisi kualitas pembiayaan, perusahaan mencatat rasio Non-Performing Financing (NPF) bruto sebesar 1,57 persen dan NPF neto 0,25 persen.
Angka tersebut dinilai lebih baik dibanding rata-rata industri pembiayaan nasional yang berada di level 2,78 persen pada Februari 2026.
Perusahaan juga menjaga pencadangan risiko pembiayaan dengan coverage ratio terhadap NPF bruto mencapai 2,71 kali.
Pada periode kuartal pertama 2026, BFI Finance membukukan pendapatan sebesar Rp1,7 triliun atau tumbuh 3,1 persen dibanding periode sebelumnya.
Sementara laba bersih tercatat mencapai Rp354,3 miliar dengan tingkat profitabilitas yang tetap terjaga melalui Return on Assets (RoA) sebesar 7 persen dan Return on Equity (RoE) sebesar 13 persen.
“Likuiditas perusahaan tetap kuat dan rasio gearing juga masih jauh di bawah batas regulator,” kata Sutadi.
Kinerja tersebut memperlihatkan industri pembiayaan nasional masih memiliki daya tahan yang cukup baik di tengah tantangan ekonomi dan dinamika suku bunga yang terus bergerak.
Baca berita ekonomi dan bisnis terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(Hans)





