JurnalLugas.Com — Bursa saham Eropa mengalami tekanan hebat pada Jumat (23/5), setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan wacana tarif baru terhadap Uni Eropa (UE), yang secara langsung menyasar produk-produk teknologi, termasuk Apple. Kebijakan yang diusulkan ini sontak memicu gejolak pasar dan kekhawatiran mendalam akan pecahnya perang dagang lintas Atlantik jilid baru.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Trump menyatakan dukungan atas penerapan tarif 50 persen bagi seluruh barang impor dari UE, efektif mulai 1 Juni. Ia menyebut bahwa negosiasi perdagangan dengan Brussel tidak menunjukkan kemajuan.
“Perundingan perdagangan tidak menghasilkan apa-apa,” tulis Trump, seraya menyebut Uni Eropa sebagai entitas yang “dibentuk untuk mengambil keuntungan dari AS dalam bidang PERDAGANGAN.”
Pasar Langsung Bergetar
Dampaknya langsung terasa di bursa saham. Indeks STOXX 600 Eropa ambles lebih dari 2,16 persen ke posisi 537,39 sebelum akhirnya memangkas sebagian kerugian. Indeks-indeks nasional utama turut terseret: FTSE MIB Italia, DAX Jerman, CAC 40 Prancis, dan IBEX 35 Spanyol semuanya turun lebih dari 2 persen. DAX bahkan sempat menyentuh titik terendah dalam dua pekan terakhir di 23.325,5 poin.
Analis pasar senior dari City Index, Fiona Cincotta, menyebut ancaman tarif ini sebagai skenario terburuk yang lebih parah dari dugaan sebelumnya. “Pernyataan Trump membuka risiko ekonomi yang lebih luas, bukan hanya bagi Eropa, tapi juga terhadap stabilitas perdagangan global,” ujarnya.
Eropa Meradang, Komitmen Negosiasi Dipertegas
Respon dari pemimpin politik Eropa pun tak kalah keras. Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menyebut rencana Trump kontraproduktif. Ia menegaskan dukungan penuh pemerintah Jerman terhadap Komisi Eropa dalam mempertahankan akses pasar ke AS.
“Tarif seperti ini hanya akan menimbulkan kerugian ekonomi di kedua belah pihak,” kata Wadephul. “Kami tetap mendukung jalur diplomasi dan negosiasi dengan Amerika.”
Nada yang lebih hati-hati datang dari Menteri Perdagangan Polandia, Michal Baranowski, yang mewakili kepresidenan bergilir UE. Ia menilai proses perundingan masih berjalan dan mengingatkan bahwa pernyataan publik tidak selalu berujung pada kebijakan nyata.
“Sebagian negosiasi dilakukan tertutup, sebagian terbuka. Kita harus mencermati hasil akhirnya sebelum bereaksi berlebihan,” tutur Baranowski.
Ketidakpastian Global Meningkat
Langkah Trump ini menambah daftar panjang ketegangan dagang global, khususnya antara dua kekuatan ekonomi besar dunia. Selain sektor teknologi, langkah ini diprediksi akan berimbas ke berbagai industri lain yang sangat bergantung pada ekspor-impor lintas benua.
Situasi ini juga memperkuat sentimen investor terhadap aset-aset aman seperti emas dan obligasi pemerintah, mengingat potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi di wilayah Eropa maupun AS.
Ikuti terus perkembangan berita ekonomi global lainnya hanya di JurnalLugas.Com.






