Khamenei Tantang AS dan Israel Iran Tak Akan Menyerah Meski Diancam Trump

JurnalLugas.Com — Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan sikap keras negaranya terhadap tekanan Amerika Serikat dan Israel. Dalam pidatonya yang disampaikan Rabu (18/6/2025), ia menyatakan Iran bukan bangsa yang bisa ditekan atau diintimidasi dengan bahasa ancaman.

“Beritahu Amerika, bangsa Iran tidak akan menyerah. Setiap intervensi militer dari mereka akan menimbulkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki,” tegas Khamenei dalam pidato nasional yang disiarkan luas oleh media pemerintah Iran.

Bacaan Lainnya

Pernyataan ini disampaikan hanya sehari setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengeluarkan ultimatum keras melalui platform Truth Social. Dalam unggahannya, Trump menulis singkat namun penuh tekanan: “MENYERAH TANPA SYARAT!” Ia juga menyebut Khamenei sebagai “sasaran yang mudah” dalam pernyataan sebelumnya pada Selasa (17/6).

Baca Juga  Steve Witkoff dan Jared Kushner Kunjungi Gaza AS Pantau Langsung Gencatan Senjata Israel–Hamas

Khamenei tidak tinggal diam. Dalam pidatonya, ia memberi peringatan kepada Washington dan sekutunya bahwa pendekatan militer hanya akan memperburuk situasi.

“Mereka yang mengenal sejarah dan karakter bangsa Iran tidak akan pernah berbicara kepada kami dengan ancaman. Kami bukan bangsa yang takut pada kekuatan asing,” ujar Khamenei lantang.

Ketegangan memuncak setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke fasilitas militer dan nuklir Iran pekan lalu. Langkah tersebut dianggap sebagai pemicu terbaru eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan publik pertamanya usai serangan tersebut, Khamenei juga menegaskan posisi kerasnya terhadap Israel. “Kami tidak akan pernah berkompromi dengan rezim Zionis. Mereka akan menerima balasan yang tegas,” tulisnya di akun resmi X.

Baca Juga  Blok Barat Siaga Penuh! Langkah Defensif terhadap Iran Bisa Picu Perang Nuklir

Di unggahan lainnya yang disampaikan dalam beberapa bahasa oleh kantor medianya, Khamenei mengutip kalimat penuh makna perang, “Atas nama Haidar yang mulia, pertempuran dimulai.”

Kondisi geopolitik di Timur Tengah kini kian memanas, dengan Iran, Israel, dan AS saling mengeluarkan pernyataan bernada tinggi, menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan pecahnya konflik berskala besar.

Kunjungi berita selengkapnya hanya di JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait