Rupiah Melemah, Perajin Tahu dan Tempe Mulai Tertekan

JurnalLugas.Com – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memunculkan tantangan baru bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Meski dampaknya belum merata ke seluruh sektor usaha, sejumlah pelaku UMKM yang bergantung pada bahan baku impor kini menghadapi kenaikan biaya produksi yang berpotensi menggerus keuntungan usaha.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah mengingat UMKM selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional sekaligus penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengakui gejolak nilai tukar memberikan tekanan pada beberapa sektor usaha tertentu. Menurutnya, pemerintah terus memantau perkembangan pasar dan menyiapkan berbagai langkah mitigasi agar dampak pelemahan rupiah tidak semakin meluas.

“Beberapa sektor memang mulai merasakan tekanan akibat perubahan kurs, terutama yang memiliki ketergantungan terhadap bahan baku impor,” ujarnya kepada awak media di Jakarta, Rabu 10 Juni 2026.

Perajin Tahu dan Tempe Hadapi Kenaikan Biaya Produksi

Salah satu kelompok usaha yang paling terdampak adalah industri tahu dan tempe. Selama ini kebutuhan kedelai nasional masih didominasi pasokan impor sehingga pergerakan dolar AS sangat berpengaruh terhadap harga bahan baku di tingkat pelaku usaha.

Baca Juga  Pembiayaan UMKM Capai Rp65 Triliun, Bunga Pinjaman Turun

Ketika nilai tukar rupiah melemah, harga kedelai impor otomatis meningkat. Kondisi tersebut membuat biaya produksi para perajin ikut naik, sementara daya beli masyarakat tidak selalu memungkinkan adanya kenaikan harga jual produk.

Akibatnya, banyak pelaku usaha kecil harus mencari cara agar tetap bertahan, mulai dari menekan margin keuntungan hingga melakukan efisiensi produksi.

Pengamat ekonomi menilai fenomena ini menunjukkan pentingnya penguatan rantai pasok domestik, khususnya untuk komoditas strategis yang menjadi kebutuhan industri pangan rakyat.

Menghadapi tekanan tersebut, pemerintah melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Kementerian UMKM, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, hingga Bank Indonesia terus memonitor perkembangan harga bahan baku dan kondisi pelaku usaha di lapangan.

Pemerintah memastikan tidak akan membiarkan UMKM menghadapi tantangan ini sendirian. Berbagai opsi kebijakan terus dibahas untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus melindungi daya saing sektor UMKM.

Menurut Maman, fokus utama pemerintah saat ini adalah mencegah dampak pelemahan rupiah berkembang menjadi gangguan yang lebih besar terhadap aktivitas usaha masyarakat.

Sebagai langkah cepat, pemerintah mengumumkan pemberian subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram. Kebijakan tersebut disalurkan melalui Perum Bulog dengan tujuan menahan lonjakan harga bahan baku yang dirasakan para perajin tahu dan tempe.

Program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi sekaligus membantu pelaku usaha mempertahankan harga jual agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga  Harga Plastik Melejit, UMKM Bertahan Tanpa Naikkan Harga Margin Tergerus hingga 50%

Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan penyaluran subsidi untuk ratusan ribu ton kedelai. Mekanisme teknis distribusi masih dimatangkan bersama sejumlah kementerian terkait serta asosiasi pelaku usaha kedelai agar bantuan dapat tepat sasaran.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, ketahanan sektor UMKM menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. Karena itu, kebijakan yang mendukung akses bahan baku, pembiayaan, dan kepastian usaha dinilai semakin krusial.

Pelemahan rupiah memang menjadi tantangan yang tidak bisa dihindari, namun dengan intervensi yang tepat, dampaknya terhadap UMKM dapat diminimalkan. Dukungan pemerintah, stabilitas pasar, serta penguatan produksi dalam negeri menjadi kunci agar pelaku usaha kecil tetap mampu bertahan dan berkembang.

Upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor dipandang sebagai solusi jangka panjang yang dapat memperkuat daya tahan UMKM terhadap gejolak ekonomi global.

Baca berita ekonomi, UMKM, dan kebijakan terbaru lainnya di JurnalLugas.Com https://jurnallugas.com/

(Endarto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait