JurnalLugas.Com – Selama puluhan tahun, Amerika Serikat dikenal sebagai negeri impian. Narasi bahwa siapa pun bisa meraih kesuksesan melalui kerja keras menjadi fondasi kuat yang membentuk identitas sosial dan ekonomi negara adidaya tersebut. Namun, gambaran itu kini mulai memudar di mata warganya sendiri.
Sebuah survei terbaru menunjukkan semakin banyak warga Amerika yang meragukan keunggulan negaranya dibandingkan negara lain. Lebih dari itu, kepercayaan terhadap konsep “American Dream” yang selama ini menjadi simbol harapan dan mobilitas sosial juga mengalami penurunan signifikan.
Fenomena ini menjadi sinyal bahwa masyarakat Amerika sedang menghadapi perubahan cara pandang terhadap masa depan mereka. Tekanan ekonomi yang terus meningkat dinilai menjadi salah satu penyebab utama munculnya pesimisme tersebut.
Kepercayaan Terhadap Amerika Menurun
Hasil jajak pendapat yang dilakukan The Associated Press bersama NORC Center for Public Affairs Research memperlihatkan bahwa sekitar tiga dari sepuluh warga Amerika kini percaya terdapat negara lain yang lebih baik dibandingkan Amerika Serikat.
Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan satu dekade lalu. Di sisi lain, warga yang masih menganggap Amerika sebagai negara terbaik di dunia juga terus menyusut.
Pengamat sosial di Amerika menilai perubahan persepsi ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Ketidakpastian ekonomi, tingginya biaya hidup, serta meningkatnya kesenjangan pendapatan membuat banyak masyarakat mempertanyakan apakah negara mereka masih mampu memberikan peluang yang sama seperti generasi sebelumnya.
“Banyak warga merasa jalan menuju kehidupan yang lebih baik semakin sulit dijangkau,” ujar salah satu analis kebijakan publik yang dikutip dalam laporan survei tersebut.
American Dream Dinilai Semakin Sulit Dicapai
Temuan yang paling mencolok dari survei tersebut adalah merosotnya keyakinan terhadap konsep American Dream.
Hanya sebagian kecil responden yang masih percaya bahwa kerja keras secara otomatis akan membawa seseorang menuju kesuksesan. Sebaliknya, banyak warga menilai kondisi ekonomi saat ini membuat kesempatan untuk naik kelas sosial menjadi jauh lebih berat.
Sebagian responden bahkan berpendapat impian tersebut hanya berlaku pada masa lalu ketika biaya hidup lebih terjangkau, harga rumah masih realistis, dan peluang kerja lebih terbuka.
Pandangan ini menunjukkan adanya perubahan besar dalam psikologi masyarakat Amerika. Jika dulu optimisme menjadi ciri khas warga AS, kini muncul kekhawatiran bahwa generasi muda akan menghadapi kehidupan yang lebih sulit dibandingkan orang tua mereka.
Generasi Muda Paling Pesimistis
Kelompok usia muda menjadi generasi yang paling skeptis terhadap peluang meraih American Dream.
Banyak anak muda Amerika mengaku terbebani oleh mahalnya pendidikan, tingginya harga properti, serta persaingan kerja yang semakin ketat. Akibatnya, mereka merasa upaya keras belum tentu berbanding lurus dengan hasil yang diperoleh.
Sebaliknya, warga berusia lanjut cenderung lebih optimistis karena pernah mengalami periode ketika ekonomi Amerika berkembang pesat dan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup lebih mudah ditemukan.
Perbedaan pandangan antar generasi ini memperlihatkan adanya jurang pengalaman ekonomi yang cukup lebar. Generasi yang tumbuh pada era biaya hidup rendah memiliki perspektif berbeda dibandingkan generasi yang menghadapi inflasi dan harga properti yang terus melambung.
Tekanan Ekonomi Jadi Pemicu Utama
Mayoritas responden mengaitkan menurunnya keyakinan terhadap American Dream dengan persoalan ekonomi yang semakin kompleks.
Biaya kebutuhan sehari-hari, harga rumah yang terus naik, hingga tantangan mendapatkan pekerjaan dengan pendapatan memadai menjadi keluhan yang paling sering disampaikan.
Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Amerika juga menghadapi tekanan akibat tingginya suku bunga dan meningkatnya biaya pinjaman. Kondisi tersebut membuat banyak keluarga kesulitan membeli rumah maupun membangun aset jangka panjang.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai masa depan ekonomi Amerika. Jika semakin banyak warga kehilangan keyakinan terhadap peluang untuk hidup lebih baik, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor ekonomi, tetapi juga pada stabilitas sosial dan politik negara tersebut.
Cerminan Perubahan Besar di Negeri Paman Sam
Menurunnya kepercayaan terhadap American Dream menjadi cerminan bahwa Amerika Serikat sedang menghadapi tantangan baru yang tidak bisa diabaikan.
Di tengah citranya sebagai negara dengan ekonomi terbesar dunia, sebagian warga justru merasa semakin jauh dari kesempatan untuk mencapai kesejahteraan. Perubahan persepsi ini menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi makro, tetapi juga oleh keyakinan masyarakat terhadap masa depan mereka sendiri.
Bila tren pesimisme ini terus berlanjut, maka konsep American Dream yang selama puluhan tahun menjadi simbol harapan dunia bisa berubah menjadi sekadar cerita dari masa lalu.
Baca berita dan analisis lainnya di JurnalLugas.Com
(Handoko)






