JurnalLugas.Com – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, secara terbuka mengancam akan terus menghukum Israel, menyusul keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran. Hal ini disampaikannya lewat pernyataan keras di platform X (sebelumnya Twitter), Senin (23/6/2025).
“Musuh Zionis telah melakukan kesalahan besar, melakukan kejahatan besar; ia harus dihukum dan sedang dihukum,” tulis Khamenei dalam unggahannya.
Pernyataan tersebut disertai gambar provokatif tengkorak terbakar dengan simbol Bintang Daud dan latar bangunan yang dilalap api menandakan pesan visual penuh amarah dari Iran terhadap Israel.
Pernyataan Khamenei menjadi tanggapan resmi pertama setelah eskalasi terbaru yang melibatkan Israel, Iran, dan Amerika Serikat. Ketegangan memuncak setelah pada 13 Juni lalu, Israel melancarkan serangan mendadak ke wilayah Iran, yang kemudian dibalas oleh AS dengan serangan udara besar-besaran.
Tiga situs nuklir vital Iran Fordow, Natanz, dan Isfahan menjadi sasaran rudal Tomahawk dan bom penembus bunker milik militer AS. Serangan ini diklaim sebagai upaya “pencegahan” terhadap pengembangan senjata nuklir oleh Teheran, namun memicu kecaman keras dari pihak Iran.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merespons dengan menegaskan bahwa mereka akan terus melawan Israel dan menyebut pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah sebagai target sah. Namun, hingga kini belum ada serangan militer langsung Iran terhadap AS.
Seorang analis politik Iran yang tidak mau disebut namanya menyatakan bahwa, “Pernyataan Khamenei menunjukkan Iran sedang merancang strategi jangka panjang. Respons penuh belum diberikan.”
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas, dan dunia kini menanti langkah selanjutnya dari pihak Teheran apakah hanya sebatas retorika atau akan berubah menjadi aksi militer lanjutan.
Untuk update terbaru, kunjungi JurnalLugas.Com.






