Del Monte Foods Ajukan Pailit Punya Utang Rp16,24 triliun Ini Penyebab Utamanya

JurnalLugas.Com – Del Monte Foods, perusahaan makanan olahan legendaris asal Amerika Serikat, resmi mengajukan perlindungan pailit atau Chapter 11 ke pengadilan kebangkrutan New Jersey pada Selasa waktu setempat. Langkah drastis ini diambil di tengah tekanan finansial yang semakin membesar dari para kreditur utama.

Dalam pengajuan resminya, Del Monte mencatat estimasi total kewajiban antara US\$1 miliar hingga US\$10 miliar (setara Rp16,24 triliun hingga Rp162,47 triliun). Perusahaan juga memperkirakan jumlah kreditur mencapai antara 10.000 hingga 25.000 entitas. Meski tengah menghadapi krisis finansial, Del Monte memastikan akan tetap melanjutkan operasional secara normal selama proses hukum berlangsung.

Bacaan Lainnya

Penyebab Pailit: Penurunan Penjualan dan Beban Utang

Menurut sumber industri yang dikutip oleh Reuters, penyebab utama Del Monte Foods mengalami kebangkrutan adalah kombinasi dari penurunan tajam penjualan produk kalengan serta beban utang jangka panjang yang menumpuk. Selain itu, perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini lebih memilih makanan segar dan sehat juga menekan permintaan terhadap produk olahan seperti yang dijajakan Del Monte.

Baca Juga  Prabowo Utang Whoosh Aman, “Indonesia Negara Kuat, Tidak Perlu Panik”

“Perusahaan berada di tengah badai sempurna: biaya produksi meningkat, distribusi terganggu, dan selera pasar bergeser,” kata analis ritel makanan John Kessler dari New York Retail Insight. Ia menambahkan, “Meski Del Monte adalah merek lama yang kuat, tapi tanpa adaptasi signifikan, mereka kesulitan bersaing di lanskap baru industri makanan.”

Strategi Bertahan: Suntikan Dana dan Penjualan Aset

Sebagai bagian dari strategi restrukturisasi, Del Monte mengamankan pendanaan sebesar US\$912,5 juta (sekitar Rp14,82 triliun) untuk menopang operasional selama proses kebangkrutan. Dana ini akan digunakan untuk membayar utang jangka pendek, menjaga pasokan, serta mendukung pembayaran gaji karyawan.

CEO Del Monte Foods, Greg Longstreet, menegaskan bahwa langkah ini bukan akhir dari perjalanan perusahaan, tetapi justru momen penting untuk bangkit kembali.

“Ini merupakan langkah maju yang strategis bagi Del Monte Foods. Setelah mengevaluasi seluruh opsi, kami memutuskan bahwa proses penjualan yang diawasi pengadilan adalah cara paling efektif untuk mempercepat pemulihan dan menciptakan Del Monte yang lebih kuat,” ujar Longstreet, Rabu (2/7/2025).

Anak Usaha di Luar Negeri Tidak Terdampak

Del Monte juga memastikan bahwa beberapa unit usaha di luar AS, termasuk anak perusahaan di Asia dan Amerika Latin, tidak termasuk dalam proses Chapter 11 dan akan tetap beroperasi seperti biasa. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan utama memang lebih terkonsentrasi di pasar domestik AS.

Perusahaan yang telah berusia 135 tahun ini menaungi merek-merek ternama seperti Del Monte (buah dan sayuran kalengan), College Inn (produk kaldu), dan teh siap minum merek Joyba. Kini, masa depan Del Monte akan sangat tergantung pada kemampuan mereka beradaptasi dengan tuntutan konsumen modern dan efisiensi bisnis yang lebih ketat.

Selengkapnya baca di: JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait