Rupiah Keok dari Dolar AS Dihantam Penguatan Greenback dan Sentimen Global

JurnalLugas.Com — Nilai tukar rupiah kembali melemah pada awal perdagangan hari ini, Rabu (2/7/2025). Berdasarkan data pasar spot di Jakarta, rupiah dibuka turun 21 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp16.221 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.200.

Pelemahan ini menambah tekanan terhadap mata uang Garuda yang selama beberapa pekan terakhir terus berfluktuasi di tengah ketidakpastian global dan sentimen eksternal. Penguatan dolar AS secara global menjadi salah satu faktor utama yang menekan nilai tukar rupiah.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Rupiah Melempem Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi Greenback Tetap Kuat Sepanjang April

“Dolar AS cenderung menguat karena ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed yang tetap tinggi dalam waktu lebih lama,” kata analis pasar mata uang PT Global Kapital Investama, Rudi Siregar, Rabu pagi.

Menurut Rudi, kekhawatiran investor terhadap perlambatan ekonomi global serta tensi geopolitik turut mendorong pelaku pasar memilih aset-aset safe haven, termasuk dolar AS.

Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar masih mencermati kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah dan mengantisipasi dampak tekanan eksternal terhadap perekonomian nasional.

“Meski cadangan devisa Indonesia masih kuat, tekanan jangka pendek tetap perlu diwaspadai,” ujarnya.

Baca Juga  Kurs Rupiah Melempem Ini Analisisnya

Hingga berita ini diturunkan, pergerakan rupiah masih cenderung lemah di kisaran Rp16.215–Rp16.225 per dolar AS. Investor diperkirakan akan terus memantau rilis data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan mata uang global.

Untuk informasi ekonomi dan peristiwa aktual lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait