JurnalLugas.Com – PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dari grup Barito milik konglomerat Prajogo Pangestu, resmi menetapkan harga penawaran perdana saham (IPO) sebesar Rp190 per lembar. Harga ini merupakan batas atas dari rentang penawaran awal Rp170-Rp190, sebagaimana tercantum dalam prospektus ringkas yang dirilis Selasa, 1 Juli 2025.
Dengan penetapan harga tersebut, CDIA berpotensi meraup dana segar sebesar Rp2,37 triliun dari aksi korporasinya. Perseroan melepas 12,48 miliar saham atau setara 10 persen dari total modal disetor dan ditempatkan, yang menjadikan valuasi perusahaan mencapai Rp23,7 triliun.
Dana IPO untuk Ekspansi Bisnis Logistik dan Kepelabuhanan
Seluruh dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung ekspansi usaha CDIA di sektor infrastruktur. Perseroan memfokuskan investasinya ke dua anak usaha strategis di bidang logistik laut: PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marine Indah Maritim. Total Rp871,7 miliar dialokasikan untuk pembelian kapal serta biaya operasional guna memperkuat layanan pengangkutan laut.
Sementara itu, dana sebesar Rp1,5 triliun lainnya akan digelontorkan ke PT Chandra Samudera Port sebagai penyertaan modal untuk pengembangan fasilitas PT Chandra Cilegon Port. Investasi ini akan difokuskan pada pembangunan tangki penyimpanan, instalasi pipa saluran ethylene, serta fasilitas penunjang pelabuhan lainnya.
Jadwal IPO dan Listing di Bursa
CDIA dijadwalkan memulai masa penawaran umum (offering) pada 2 Juli 2025 hingga 7 Juli 2025. Periode ini lebih panjang satu hari dibandingkan rencana awal, yang berdampak pada perubahan jadwal penjatahan saham. Penjatahan akan berlangsung pada 7 Juli dan distribusi saham dilakukan sehari setelahnya, yakni 8 Juli 2025.
Jika seluruh proses berjalan lancar, saham CDIA akan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2025.
Didukung Enam Sekuritas Ternama
Dalam proses IPO ini, CDIA menunjuk Henan Sekuritas sebagai administrator utama. Adapun enam perusahaan sekuritas yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Henan Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas, Trimegah Sekuritas, BNI Sekuritas, BCA Sekuritas, dan OCBC Sekuritas.
CDIA sendiri memiliki empat lini bisnis utama, yaitu infrastruktur energi, logistik laut, pelabuhan dan penyimpanan, serta layanan air. Keempat sektor ini menjadi pondasi strategi pertumbuhan jangka panjang CDIA di tengah kebutuhan infrastruktur nasional yang terus meningkat.
Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi JurnalLugas.Com.






