JurnalLugas.Com – Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akhirnya tampil di hadapan publik untuk pertama kalinya sejak pecahnya perang sengit selama 12 hari antara Iran dan Israel. Momen ini terjadi pada Sabtu (5/7/2025) waktu setempat dalam sebuah upacara peringatan malam Asyura di Teheran.
Khamenei, yang kini berusia 86 tahun, terlihat melambaikan tangan kepada ribuan orang yang bersorak menyambut kehadirannya. Tayangan langsung dari televisi pemerintah Iran menyiarkan gambar-gambar tersebut, meski tidak ada pernyataan resmi yang ia sampaikan dalam kesempatan itu.
Sebelumnya, selama masa perang, Khamenei dilaporkan mendapat pengamanan ketat dan dipindahkan ke dalam bunker rahasia untuk menghindari potensi ancaman terhadap keselamatannya. Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di Iran, perlindungan terhadap dirinya menjadi prioritas utama, terutama di tengah eskalasi konflik militer dengan Israel dan keterlibatan tidak langsung Amerika Serikat.
Respons Trump dan Eskalasi Konflik
Dalam perang yang menewaskan lebih dari 900 orang di pihak Iran dan melukai ribuan lainnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut mengambil posisi frontal. Melalui media sosial, Trump sempat mengeluarkan peringatan keras terhadap Khamenei dan menyebut bahwa AS mengetahui lokasi persembunyiannya, namun menambahkan bahwa tidak ada rencana untuk mengeliminasi Khamenei “setidaknya untuk saat ini.”
Trump juga membenarkan bahwa AS telah memberikan dukungan militer langsung kepada Israel, termasuk dalam serangan udara terhadap tiga lokasi nuklir utama Iran. Langkah ini membuat tensi kawasan Timur Tengah meningkat tajam dan memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik regional yang lebih luas.
Khamenei terakhir kali memberikan pernyataan publik pada 26 Juni, menjelang dimulainya gencatan senjata. Dalam pidatonya kala itu, ia menyebut bahwa Iran telah memberi “tamparan di wajah Amerika” usai menyerang pangkalan udara AS di Qatar. Ia juga mengancam akan melanjutkan serangan terhadap kepentingan AS dan Israel jika diperlukan.
Sebagai tanggapan, Trump menulis di media sosial: “Lihat, Anda seorang pria besar yang beriman. Seorang pria yang sangat dihormati di negaranya. Anda harus mengatakan yang sebenarnya. Anda telah dihajar habis-habisan.”
Fasilitas Nuklir Rusak, Akses PBB Ditolak
Kementerian Pertahanan Iran mengonfirmasi bahwa beberapa fasilitas nuklir strategis mengalami kerusakan parah akibat serangan Israel yang dibantu oleh AS. Meski demikian, Iran menolak memberikan akses kepada pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memeriksa kondisi terkini fasilitas tersebut.
Hingga saat ini, belum ada kejelasan apakah Teheran akan melanjutkan perundingan nuklir dengan Washington yang sempat tertunda akibat konflik. Namun, sejumlah analis menilai bahwa kemunculan Khamenei secara publik dapat dimaknai sebagai sinyal bahwa Iran tengah mencoba menegaskan stabilitas internal dan menunjukkan bahwa kepemimpinan tertinggi masih dalam kendali penuh.
Konflik yang baru saja mereda ini meninggalkan ketegangan yang tinggi di kawasan, dan nasib perundingan nuklir Iran-AS pun masih menggantung di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Baca berita selengkapnya hanya di JurnalLugas.Com.






