Harga Emas Antam Terjun Bebas Berikut Daftar Lengkap Harga per Pecahan Hari Ini

JurnalLugas.Com — Harga emas batangan keluaran PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis (31/7/2025). Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini berada di level Rp1.901.000 per gram, turun sebesar Rp17.000 dibandingkan hari sebelumnya.

Padahal, sehari sebelumnya, harga logam mulia sempat mengalami kenaikan atau rebound sebesar Rp12.000 per gram. Penurunan hari ini menjadi perhatian para pelaku pasar, terutama investor ritel yang aktif mengikuti fluktuasi harga logam mulia sebagai bagian dari strategi lindung nilai terhadap inflasi.

Bacaan Lainnya

Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga yang ditawarkan kepada pemilik emas jika ingin menjual kembali ke Antam juga mengalami koreksi. Harga buyback tercatat turun Rp18.000, kini berada di angka Rp1.746.000 per gram.

Berlaku di Kantor Antam Pulo Gadung

Harga ini berlaku di butik emas Antam yang berlokasi di Pulo Gadung, Jakarta. Sesuai dengan ketentuan perpajakan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,9 persen dari nilai transaksi.

Namun, pembeli bisa mendapatkan tarif PPh yang lebih ringan, yakni sebesar 0,45 persen, dengan syarat menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) saat melakukan pembelian. Hal ini bertujuan mendorong kepatuhan pajak sekaligus memberikan insentif bagi investor emas yang tercatat sebagai wajib pajak resmi.

Baca Juga  Hore Harga Emas Hari ini Turun Simak Harganya

Rincian Harga Emas Antam per Pecahan Hari Ini

Berikut adalah daftar lengkap harga emas Antam pada Kamis, 31 Juli 2025 berdasarkan ukuran pecahan:

  • 0,5 gram: Rp1.000.500
  • 1 gram: Rp1.901.000
  • 2 gram: Rp3.742.000
  • 3 gram: Rp5.588.000
  • 5 gram: Rp9.280.000
  • 10 gram: Rp18.505.000
  • 25 gram: Rp46.137.000
  • 50 gram: Rp92.195.000
  • 100 gram: Rp184.312.000
  • 250 gram: Rp460.515.000
  • 500 gram: Rp920.820.000
  • 1.000 gram (1 kg): Rp1.841.600.000

Harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika pasar emas global serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Analisa: Faktor Penurunan Harga

Penurunan harga emas Antam hari ini tidak dapat dilepaskan dari pergerakan harga emas dunia. Menurut analis pasar komoditas dari sebuah sekuritas di Jakarta, pergerakan harga dipengaruhi oleh penguatan dolar AS dan meredanya ketegangan geopolitik dalam jangka pendek.

“Rebound kemarin bersifat teknikal. Sementara hari ini terjadi profit taking dari investor setelah harga menyentuh resistensi jangka pendek,” ujar RY, analis senior pasar emas, dalam pernyataannya.

Faktor lainnya adalah spekulasi kebijakan suku bunga The Fed yang menekan minat terhadap aset safe haven seperti emas. Saat yield obligasi AS naik, emas biasanya kehilangan daya tarik karena tidak menghasilkan imbal hasil.

Baca Juga  Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stabil, Antam Masih Jadi Tertinggi

Tips Investasi Emas di Tengah Volatilitas

Meski harga turun, banyak investor melihat ini sebagai peluang membeli di harga yang lebih rendah. RY menyarankan agar investor ritel tetap berinvestasi secara bertahap melalui strategi dollar cost averaging (DCA) untuk menghindari risiko timing yang salah.

“Bagi investor jangka panjang, penurunan sesaat ini bisa dimanfaatkan sebagai peluang akumulasi. Yang penting tetap disiplin dan sesuaikan dengan profil risiko,” imbuhnya.

Penurunan harga emas Antam hari ini menjadi bagian dari dinamika pasar logam mulia yang memang dikenal fluktuatif. Meskipun harga turun Rp17 ribu per gram, emas tetap menjadi instrumen investasi favorit karena kemampuannya menjaga nilai dalam jangka panjang.

Investasi emas tetap relevan, terutama untuk diversifikasi portofolio, asal dilakukan dengan perhitungan yang matang dan disiplin strategi. Pemantauan rutin terhadap harga dan kebijakan fiskal maupun moneter global menjadi kunci dalam menentukan waktu pembelian terbaik.

Untuk informasi dan perkembangan harga emas serta berita ekonomi terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait