BI Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen, Ini Alasan Destry Damayanti

JurnalLugas.Com – Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 5,75 persen. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga stabilitas nilai tukar.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan inflasi masih menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Saat ini, bank sentral menilai tekanan inflasi masih terkendali.

Bacaan Lainnya

Salah satu indikatornya terlihat dari inflasi inti Agustus 2026 yang berada di level 2,92 persen secara tahunan.

“Inflasi tetap menjadi anchor kami dan saat ini masih nyaman,” kata Destry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Selain inflasi, BI juga memperhitungkan dampak perubahan suku bunga terhadap perekonomian. Destry menyebut bank sentral telah melakukan asesmen dan stress analysis sebelum mengambil keputusan.

Menurut dia, perekonomian Indonesia juga masih berada di bawah kapasitas potensial atau mengalami negative output gap. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat ruang untuk mendorong pertumbuhan tanpa memberikan tekanan inflasi yang berlebihan.

“Kalau masih negatif, berarti ada ruang untuk pertumbuhan ekonomi tanpa memicu inflasi berlebihan,” ujar Destry.

Destry menjelaskan, kenaikan BI-Rate tidak hanya berdampak terhadap stabilitas moneter, tetapi juga dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan asesmen BI, kenaikan BI-Rate sebesar 25 basis poin diperkirakan dapat menekan pertumbuhan ekonomi sekitar 0,1 persen.

Karena itu, BI memilih tidak menggunakan kenaikan suku bunga sebagai satu-satunya instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mendorong arus modal masuk.

Bank sentral juga menggunakan kebijakan insentif biaya lindung nilai atau hedging cost bagi aliran modal masuk. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendorong inflow tanpa perlu menaikkan BI-Rate maupun suku bunga SRBI.

Destry menyebut kebijakan insentif hedging yang baru berjalan sekitar satu bulan telah diikuti aliran modal sekitar 6 miliar dolar AS melalui transaksi DNDF dan swap.

“Kami berharap inflow masuk tanpa menaikkan suku bunga. Dari kebijakan hedging ini, sekitar 6 miliar dolar AS sudah masuk melalui DNDF dan swap,” jelasnya.

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan September 2026, BI menetapkan BI-Rate tetap 5,75 persen.

Suku bunga deposit facility juga dipertahankan sebesar 4,75 persen, sedangkan lending facility tetap berada di level 6,5 persen.

Baca berita lainnya
JurnalLugas.Com

(William)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Pertumbuhan Likuiditas Kejutkan Pasar! M2 Menyentuh Rp9.783 Triliun, Penyaluran Kredit Meroket

Pos terkait