JurnalLugas.Com — KUR BRI September 2026 menjadi salah satu pilihan pembiayaan yang dapat dipertimbangkan pelaku usaha untuk menambah modal.
Untuk pinjaman Rp20 juta, besaran cicilan bergantung pada tenor yang dipilih.
Dengan asumsi bunga efektif 6 persen per tahun, angsuran pinjaman Rp20 juta tersedia mulai dari tenor 12 bulan hingga 60 bulan.
Semakin panjang masa pinjaman, nominal cicilan bulanan semakin ringan.
Berikut simulasi cicilannya:
- 12 bulan: Rp1.730.535 per bulan
- 18 bulan: Rp1.173.700 per bulan
- 24 bulan: Rp895.452 per bulan
- 36 bulan: Rp617.542 per bulan
- 48 bulan: Rp478.925 per bulan
- 60 bulan: Rp396.024 per bulan
Artinya, peminjam yang mengambil tenor 60 bulan memiliki simulasi angsuran sekitar Rp396 ribu per bulan. Sementara tenor 12 bulan membutuhkan cicilan sekitar Rp1,73 juta setiap bulan.
Namun, angka tersebut merupakan simulasi, bukan angka pasti untuk setiap debitur. Besaran angsuran dapat mengikuti hasil analisis kredit, kebijakan bank, serta ketentuan dan biaya yang berlaku ketika pengajuan.
Syarat KUR BRI 2026
Calon debitur perlu memenuhi sejumlah persyaratan sebelum mengajukan KUR BRI. Di antaranya WNI, berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, serta memiliki usaha produktif yang telah berjalan sedikitnya enam bulan.
Dokumen yang perlu disiapkan antara lain e-KTP, KK, dan dokumen usaha seperti NIB, IUMK, atau Surat Keterangan Usaha. Pemohon yang sudah menikah juga perlu menyiapkan buku nikah.
Untuk pengajuan pinjaman di atas Rp50 juta, NPWP menjadi salah satu dokumen yang perlu disertakan.
Calon debitur juga perlu memperhatikan ketentuan terkait kredit produktif dari perbankan lain. Persyaratan dapat mengikuti jenis KUR dan kebijakan yang berlaku saat pengajuan.
Cara Mengajukan
Pengajuan KUR BRI dapat dilakukan dengan mendatangi kantor BRI terdekat maupun melalui layanan digital yang tersedia sesuai ketentuan bank.
Untuk pengajuan langsung, dokumen persyaratan diserahkan kepada pihak bank. Selanjutnya, BRI melakukan pemeriksaan dokumen, analisis usaha, serta penilaian kemampuan calon debitur dalam membayar cicilan.
Jika memenuhi persyaratan dan lolos analisis kredit, pinjaman dapat dicairkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan melihat simulasi cicilan sejak awal, pelaku usaha dapat memilih tenor yang lebih sesuai dengan kemampuan arus kas usahanya.
Jangan hanya melihat cicilan paling kecil, tetapi perhitungkan pula kemampuan membayar hingga pinjaman selesai.
Baca informasi ekonomi dan usaha lainnya di JurnalLugas.Com.
(Endarto)






