JurnalLugas.Com — Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menegaskan negaranya tidak akan bisa ditembus oleh pasukan asing meskipun tekanan Amerika Serikat semakin meningkat. Pernyataan itu ia sampaikan dalam upacara militer di Caracas, Jumat (29/8/2025), usai keputusan Presiden AS Donald Trump mengerahkan aset militer ke kawasan Karibia.
“Mereka tidak bisa memasuki Venezuela,” tegas Maduro di hadapan pasukan. Ia menilai tekanan Washington justru semakin memperkuat posisi pemerintahannya.
Tuding AS Lakukan Pengepungan
Maduro menyebut langkah militer AS di Karibia sebagai bentuk pengepungan yang bertentangan dengan Piagam PBB. Ia mengklaim tindakan tersebut berbalik arah karena justru menambah dukungan terhadap Venezuela.
“Setelah 20 hari pengepungan tanpa henti, kami lebih kuat dari kemarin. Dukungan nasional dan internasional semakin luas,” ujar Maduro.
Apresiasi Dukungan Kolombia
Dalam kesempatan itu, Maduro juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Kolombia, Gustavo Petro, yang memerintahkan pengerahan 25 ribu tentara ke wilayah Catatumbo. Menurutnya, langkah itu menunjukkan adanya tekad bersama untuk menjaga stabilitas kawasan.
“Kolombia dan Venezuela bersatu untuk perdamaian serta melindungi wilayah kami,” katanya.
Tekad Pertahankan Kedaulatan
Didampingi Menteri Pertahanan Vladimir Padrino Lopez dan jajaran komandan senior, Maduro kembali menegaskan komitmen mempertahankan kedaulatan negaranya. “Tidak ada kekaisaran mana pun yang bisa menyentuh tanah suci Venezuela atau Amerika Selatan,” ucapnya.
AS Kerahkan Armada Militer ke Karibia
Di sisi lain, pemerintahan Trump sebelumnya mengeluarkan perintah eksekutif untuk melancarkan operasi militer besar terhadap kartel narkoba Amerika Latin. Washington menyiapkan satuan tugas angkatan laut yang mencakup kapal selam, tujuh kapal perang, serta tambahan 4.000 marinir di wilayah Karibia.
Langkah itu dinilai memperburuk ketegangan dengan Caracas, yang menuding AS berupaya mengintervensi urusan dalam negeri Venezuela.
Baca berita selengkapnya di JurnalLugas.Com






