JurnalLugas.Com — Nilai tukar rupiah kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Kamis pagi di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan ekonomi global. Mata uang Garuda tercatat melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat meski pergerakannya masih relatif terbatas.
Pada pembukaan perdagangan, rupiah berada di level Rp17.655 per dolar AS. Posisi tersebut turun 1 poin atau sekitar 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.654 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi saat pelaku pasar global masih mencermati arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat serta dinamika geopolitik internasional yang memengaruhi arus modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
Sejumlah analis pasar uang menilai tekanan terhadap rupiah saat ini masih dipengaruhi sentimen eksternal. Penguatan dolar AS membuat sebagian investor memilih memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Pasar masih menunggu sinyal kebijakan moneter global. Selama dolar AS menguat, mata uang emerging market cenderung mengalami tekanan,” ujar seorang pengamat pasar keuangan.
Meski demikian, pergerakan rupiah dinilai masih berada dalam rentang yang terkendali. Stabilitas pasar domestik dan intervensi Bank Indonesia disebut menjadi faktor penting dalam menjaga volatilitas nilai tukar agar tidak bergerak terlalu tajam.
Pelaku usaha impor diperkirakan menjadi pihak yang paling mencermati pergerakan kurs saat ini karena pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya pembelian barang dari luar negeri. Di sisi lain, sektor ekspor berpotensi memperoleh keuntungan dari kurs dolar yang lebih tinggi.
Pasar keuangan domestik kini menanti sejumlah data ekonomi global dalam beberapa hari ke depan yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan mata uang dunia, termasuk rupiah. Investor juga memantau perkembangan inflasi dan kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia.
Analis menilai rupiah masih memiliki peluang bergerak stabil apabila sentimen pasar global mulai mereda dan arus investasi asing kembali masuk ke pasar domestik.
Ikuti informasi ekonomi, bisnis, dan pasar keuangan terbaru lainnya di JurnalLugas.Com
(William)





