JurnalLugas.Com – PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) akhirnya menyerah setelah resmi dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Manajemen perusahaan tekstil itu memastikan tidak akan menempuh jalur hukum lebih lanjut terkait keputusan tersebut.
“Perseroan tidak melakukan upaya hukum apa pun atas keputusan pailit oleh pengadilan,” ungkap manajemen SBAT dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/9/2025).
Latar Belakang Gugatan
Putusan pailit terhadap SBAT dipicu gugatan dari PT Putratama Satya Bhakti. Gugatan tersebut berkaitan dengan tunggakan program pemagangan tenaga kerja yang nilainya mencapai Rp28,15 miliar dan telah jatuh tempo sejak April 2023.
Perseroan berdalih tidak sanggup memenuhi kewajiban tersebut akibat tekanan bisnis yang berat. Arus kas menurun tajam, sementara utang menumpuk hingga perusahaan kesulitan beroperasi normal.
Upaya perdamaian sempat ditempuh, namun ditolak oleh pihak penggugat. Akhirnya, pada 29 Agustus 2025, pengadilan resmi menjatuhkan vonis pailit kepada SBAT.
Aset Dikelola Kurator
Dengan putusan ini, seluruh aset perusahaan kini berada dalam kendali kurator. Pihak manajemen menegaskan akan berkoordinasi lebih lanjut terkait nasib ribuan investor publik yang memegang saham SBAT.
“Perseroan akan membicarakan hal ini kepada kurator terkait kepentingan pemegang saham masyarakat (publik),” jelas manajemen.
Dampak ke Investor Publik
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor publik SBAT mencapai 13.393 orang. Sementara itu, harga saham perseroan kini terperosok ke level Rp1 per lembar, dengan kapitalisasi pasar hanya sekitar Rp5 miliar.
Seorang analis pasar modal yang enggan disebutkan namanya menilai, kasus ini menjadi peringatan bagi investor ritel untuk lebih cermat dalam menilai fundamental perusahaan. “Risiko investasi pada emiten dengan kondisi keuangan rapuh sangat tinggi. Investor harus selalu memperhatikan laporan keuangan dan prospek bisnis sebelum membeli saham,” ujarnya.
Baca berita ekonomi dan bisnis lainnya di JurnalLugas.Com.






