Malta Resmi Akui Negara Palestina Kirim 250 Ton Bantuan ke Gaza

JurnalLugas.Com – Malta secara resmi mengumumkan pengakuannya terhadap Negara Palestina dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York, Senin (22/9/2025). Langkah ini menjadikan Malta bergabung dengan Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal yang telah lebih dulu menyatakan sikap serupa sehari sebelumnya.

Perdana Menteri Malta, Robert Abela, menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan momen bersejarah bagi negaranya. “Ini bukan sekadar simbol politik, tetapi cerminan komitmen Malta untuk mendukung perdamaian yang adil dan menyeluruh di kawasan,” ujar Abela dalam pernyataan yang disiarkan resmi pemerintah.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Trump Usir Warga Gaza Ribuan Orang Unjuk Rasa di Rafah Tolak Relokasi Rakyat Palestina

Bantuan Kemanusiaan Menyertai Pengakuan

Sehari sebelum deklarasi resmi, Abela mengunggah pernyataan melalui akun Facebook pribadinya. Ia menyebut pengakuan Palestina bertepatan dengan pengiriman 250 ton tepung bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

“Pada malam bersejarah ketika negara kami mengakui Palestina, Malta juga menyalurkan 250 ton tepung untuk membantu rakyat Gaza yang terdampak krisis kemanusiaan,” tulis Abela, Minggu (21/9/2025) malam.

Janji Lama yang Baru Terwujud

Malta sebenarnya sudah mengumumkan niat mengakui Palestina sejak Mei 2025. Namun, pelaksanaannya tertunda lantaran jadwal konferensi PBB ikut bergeser.

Sebagai negara kepulauan kecil di Mediterania, Malta dikenal konsisten menyuarakan solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik Israel–Palestina. Meski demikian, Malta tetap menjaga hubungan diplomatik dengan Israel dan mendorong dialog antar kedua pihak.

Dukungan Global Semakin Meluas

Selain Malta, sejumlah negara Eropa lain juga dikabarkan tengah mempersiapkan langkah serupa. Prancis disebut-sebut akan segera mengikuti jejak Malta dan negara-negara Barat lainnya yang telah lebih dulu memberikan pengakuan resmi.

Baca Juga  Jasem Albudaiwi Sekjen GCC Desak Dunia Hentikan Kejahatan Israel di Palestina

Pengakuan dari serangkaian negara ini dipandang sebagai sinyal kuat meningkatnya dukungan internasional terhadap eksistensi Palestina sebagai negara berdaulat, di tengah situasi konflik berkepanjangan yang masih melanda kawasan Timur Tengah.

Baca berita menarik lainnya di 👉 JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait