JurnalLugas.Com — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali memperkuat operasi kemanusiaan di Jalur Gaza. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan bahwa badan kesehatan dunia itu kini memperluas upaya evakuasi medis skala besar, terutama bagi ribuan anak yang membutuhkan perawatan mendesak.
Dalam pernyataannya melalui platform X pada Kamis, 13 November 2025, Tedros mengungkapkan bahwa Program Evakuasi Medis WHO selama dua tahun terakhir telah memfasilitasi perpindahan hampir 8.000 pasien, termasuk lebih dari 5.500 anak, ke fasilitas kesehatan di luar Gaza untuk mendapatkan perawatan yang tidak lagi tersedia di wilayah tersebut.
Menurut Tedros, kondisi fasilitas medis di Gaza saat ini jauh dari memadai. Banyak rumah sakit yang rusak berat sehingga tak mampu memberikan layanan kesehatan dasar, apalagi perawatan intensif. Kondisi itu membuat ribuan warga masih berada dalam antrean evakuasi.
“Lebih dari 16.500 orang, termasuk hampir 4.000 anak, masih menunggu evakuasi karena fasilitas kesehatan di Gaza tidak dapat lagi memberikan layanan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Desakan Pembukaan Jalur Evakuasi ke Tepi Barat
Tedros menekankan pentingnya pembukaan semua jalur evakuasi, termasuk rute menuju Tepi Barat dan Yerusalem Timur, demi memastikan pasien dapat segera memperoleh penanganan medis. Ia menilai akses yang cepat dapat membantu menyelamatkan lebih banyak nyawa, terutama pada pasien kritis yang membutuhkan perawatan lanjutan.
Apresiasi untuk Negara yang Beri Bantuan
Di tengah situasi yang terus berubah, Tedros menyampaikan penghargaan kepada negara-negara yang telah membuka fasilitas kesehatan mereka bagi pasien Gaza. Menurutnya, dukungan internasional menjadi tulang punggung keberlanjutan misi kemanusiaan WHO.
“Saya sangat terharu dengan komitmen negara-negara yang bersedia menyediakan perawatan medis darurat bagi anak-anak dan orang dewasa dalam kondisi kritis dari Gaza,” kata Tedros.
Ia juga menyerukan agar lebih banyak negara ikut ambil bagian dalam proses evakuasi dan perawatan pasien, mengingat jumlah warga yang membutuhkan bantuan masih sangat besar.
Dengan situasi kemanusiaan yang terus memburuk, WHO berharap langkah kolektif masyarakat internasional dapat mempercepat penyelamatan nyawa dan memulihkan akses layanan kesehatan bagi warga Gaza yang terdampak konflik.
Berita lainnya bisa dibaca di: https://JurnalLugas.Com






