JurnalLugas.Com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan optimisme bahwa pertumbuhan kredit perbankan bakal kembali menguat dan berpotensi menyentuh level mendekati dua digit pada Januari 2026. Keyakinan tersebut didorong langkah pemerintah yang kembali mengalirkan dana Rp76 triliun ke perbankan nasional untuk mempercepat ekspansi kredit ke sektor riil.
Purbaya menjelaskan bahwa dampak penempatan dana tersebut tidak langsung terlihat, namun akan mulai terasa pada Desember 2025 sebelum menguat pada awal tahun mendatang. Menurutnya, perlambatan kredit yang muncul dalam beberapa bulan terakhir bukan sinyal melemahnya fondasi ekonomi.
Ia menyebut bahwa pelemahan kredit lebih disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan uang beredar, sehingga memerlukan tambahan likuiditas untuk menggerakkan kembali fungsi intermediasi.
“Sebelumnya kredit tumbuh cukup tinggi, lalu melandai karena pertumbuhan uang ikut melambat, dari sekitar 13 persen turun ke 7 persen. Itulah mengapa pemerintah kembali menambah likuiditas sebesar Rp76 triliun untuk mempercepat momentum,” ujar Purbaya dalam keterangan resminya.
Transmisi Likuiditas Butuh Waktu
Purbaya menekankan bahwa proses penyerapan likuiditas melalui perbankan tidak terjadi secara instan. Ada tahapan transmisi, termasuk proses money multiplier yang membutuhkan waktu untuk optimal.
“Kita perlu melihat bagaimana tren pergerakannya dalam waktu dekat. Namun saya meyakini kondisinya akan semakin kuat, sebab tanda-tanda pemulihan ekonomi sudah terlihat di berbagai sektor,” jelasnya.
Rangkaian Penempatan Dana Pemerintah
Sebelum penyuntikan terbaru, pemerintah telah mengalokasikan Rp200 triliun ke bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memperkuat permodalan dan mendorong penyaluran kredit.
Sementara penempatan dana per 10 November 2025 terdiri dari:
- Rp25 triliun untuk Bank Rakyat Indonesia (BRI)
- Rp25 triliun untuk Bank Mandiri
- Rp25 triliun untuk Bank Negara Indonesia (BNI)
- Rp1 triliun untuk Bank Jakarta
Tambahan tersebut diharapkan dapat memperkuat likuiditas domestik, khususnya menghadapi kebutuhan pembiayaan akhir tahun dan menjaga stabilitas sektor perbankan.
Likuiditas Menguat, Kredit Masih Melambat
Data terbaru menunjukkan bahwa likuiditas perbankan masih kokoh, tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang stabil di 11,5% pada Oktober 2025. Namun demikian, akselerasi kredit belum bergerak sejalan, tercatat melambat ke 7,36% year on year, turun dari 7,7% secara tahunan pada bulan sebelumnya.
Pemerintah berharap injeksi dana tambahan yang masuk ke Himbara dan Bank Jakarta mampu meningkatkan kemampuan bank mengalirkan kredit, terutama ke sektor produktif seperti UMKM, industri pengolahan, dan perdagangan.
Dengan tren pemulihan ekonomi yang mulai merata, pemerintah meyakini percepatan kredit dapat menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan nasional menjelang 2026.
Sumber berita lain dan update ekonomi terkini dapat dibaca di: https://JurnalLugas.Com






