Samsung Tekankan Interoperabilitas Smart Home dan Ekosistem Terbuka AI di CES 2026

JurnalLugas.Com — Samsung Electronics menghadirkan diskusi lintas industri dalam sesi panel Tech Forum pertamanya di CES 2026 di The Wynn, Las Vegas. Forum bertajuk “When Everything Clicks: How Open Ecosystems Deliver Impactful AI” tersebut menyoroti pentingnya interoperabilitas smart home dan peran ekosistem terbuka dalam menghadirkan pengalaman connected living yang lebih cerdas, aman, dan bermakna.

🔹 Kolaborasi Terbuka Menjadi Fondasi Home AI

Para panelis menegaskan bahwa masa depan kecerdasan rumah tidak dapat dibangun di atas sistem tertutup. Dengan perangkat dari berbagai merek dan sektor, ekosistem terbuka memungkinkan AI bekerja lintas platform secara selaras.

Bacaan Lainnya

Yoonho Choi, President & Chair of the Board Home Connectivity Alliance (HCA), menyatakan bahwa rumah hanya dapat menjadi ruang AI yang dipercaya pengguna apabila teknologi berjalan senyap, menghormati privasi, dan memberi manfaat nyata. Menurutnya, interoperabilitas lintas merek membuat rumah berfungsi sebagai satu kesatuan sistem, bukan sekadar kumpulan perangkat terpisah. Melalui kerja sama industri, keterbukaan tersebut diterjemahkan menjadi keamanan lebih baik, rutinitas yang lebih sederhana, serta efisiensi energi yang terukur.

Baca Juga  Galaxy Z Fold6 Ponsel Lipat Paling Canggih 2025 Cek Harga dan Fiturnya!

🔹 Ekosistem SmartThings Tumbuh Menjadi yang Terbesar di Dunia

Samsung menegaskan posisinya sebagai pemimpin connected home, dengan lebih dari 500 juta pengguna SmartThings secara global. Pengalaman panjang ini memberi landasan kuat bagi Samsung untuk menghadirkan AI rumahan yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga terasa natural dalam aktivitas sehari-hari.

Michael Wolf, pendiri The Spoon, menilai dapur sebagai ruang rumah yang paling banyak merasakan dampak AI. Integrasi perangkat masak, pengelolaan bahan makanan, hingga koneksi sistem air dan pemanas memungkinkan pengguna memahami kondisi rumah secara lebih menyeluruh dan mengambil tindakan pencegahan lebih dini.

🔹 Kolaborasi Industri Hadirkan Manfaat Nyata bagi Konsumen

Diskusi juga membahas model kemitraan lintas sektor yang menghadirkan nilai terukur bagi pengguna. Samsung mencontohkan kolaborasinya dengan Hartford Steam Boiler (HSB), yang memanfaatkan data smart home secara bertanggung jawab untuk menghasilkan manfaat proteksi dan efisiensi.

Jed Usich, SVP Strategic Growth Solutions HSB, menekankan bahwa integrasi mulus antara teknologi rumah dan gaya hidup pengguna membangun kepercayaan. Data yang dikelola secara transparan, ujarnya, dapat diterjemahkan menjadi penghematan nyata bagi konsumen.

Baca Juga  Samsung Galaxy A17 Layar Super AMOLED, Spesifikasi, Harga, dan Fitur

🔹 AI Rumah yang Manusiawi dan Tidak Mengganggu

Para panelis sepakat bahwa keberhasilan Home AI ditentukan oleh kemampuan teknologi berbaur secara alami dalam rutinitas: mulai dari memasak, beristirahat, menikmati hiburan, hingga merawat keluarga. Pendekatan desain, storytelling, serta pemahaman perilaku pengguna menjadi kunci agar perangkat terasa sebagai pendamping, bukan gangguan.

Ke depan, interoperabilitas, tata kelola data yang bertanggung jawab, dan kolaborasi lintas industri akan menjadi pilar utama pengembangan intelligent home. Samsung menegaskan komitmennya membangun ekosistem terbuka yang membuat connected living semakin sederhana, aman, dan bermakna — membuktikan bahwa ketika semua perangkat terhubung secara selaras, Home AI mampu benar-benar meningkatkan kualitas hidup.

Kunjungi: https://JurnalLugas.Com

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait