JurnalLugas.Com — PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI) menunjukkan komitmen kuat dalam memaksimalkan hasil penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Hingga awal 2026, emiten produsen makanan ringan berbasis umbi-umbian ini telah menyerap hampir seluruh dana IPO yang berhasil dihimpun.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/1/2026), MAXI melaporkan realisasi penggunaan dana IPO sebesar Rp41,71 miliar atau setara 98,71 persen dari total dana yang diperoleh sebesar Rp45 miliar. Seluruh dana tersebut dialokasikan untuk mendukung kebutuhan modal kerja perseroan.
Manajemen MAXI menjelaskan, sisa dana IPO sebesar Rp541,89 juta saat ini ditempatkan di rekening operasional perusahaan di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) guna menjaga fleksibilitas likuiditas.
Rincian Dana IPO dan Komitmen Penggunaan
Sebagai informasi, MAXI resmi melantai di BEI pada 12 Juni 2023 dengan melepas 1 miliar saham pada harga Rp100 per saham. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan berpotensi menghimpun dana hingga Rp100 miliar.
Dalam rencana penggunaan dana yang telah disampaikan sebelumnya, perseroan mengalokasikan hasil penjualan 450 juta saham baru atau senilai Rp45 miliar sepenuhnya untuk modal kerja. Dana tersebut digunakan untuk pembelian bahan baku utama dan pendukung, pembayaran upah tenaga kerja, biaya pemasaran dan penjualan, perawatan mesin, utilitas, hingga kebutuhan operasional kantor.
Sementara itu, hasil penjualan 550 juta saham lainnya dicatat sebagai milik PT Karya Nusa Persada, sesuai struktur IPO yang telah ditetapkan.
Perjalanan Bisnis MAXI dan Dominasi Pasar Ekspor
PT Maxindo Karya Anugerah Tbk memiliki perjalanan bisnis panjang. Perseroan berdiri sejak 1977, bermula dari industri rumah tangga yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat, dengan fokus awal memproduksi kerupuk berbahan dasar singkong.
Seiring pertumbuhan usaha, pada 2006 perseroan mulai mengembangkan lini produk keripik umbi-umbian. Hingga kini, MAXI konsisten menggunakan 100 persen bahan baku lokal dari umbi-umbian, sekaligus mendukung sektor pertanian dalam negeri.
Menariknya, sekitar 99 persen produk MAXI diekspor ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Eropa, Australia, Jepang, dan sejumlah pasar internasional lainnya. Strategi ekspor agresif ini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan kinerja perseroan.
Prospek MAXI
Dengan hampir seluruh dana IPO telah terserap untuk memperkuat operasional, MAXI dinilai berada pada posisi strategis untuk menjaga kesinambungan produksi sekaligus memperluas jangkauan pasar global. Optimalisasi modal kerja diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, daya saing, serta mendukung pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika industri makanan ringan internasional.
Berita lainnya dan selengkapnya dapat dibaca di JurnalLugas.Com https://jurnallugas.com






