JurnalLugas.Com — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa Iran saat ini tengah membuka jalur negosiasi dengan Washington. Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Sabtu (31/1), di tengah meningkatnya tensi geopolitik antara kedua negara.
Menurut Trump, pembicaraan tersebut masih berada pada tahap awal dan hasil akhirnya belum dapat dipastikan. “Rencananya Iran bernegosiasi dengan kami. Kita akan lihat apakah ada yang bisa dilakukan. Jika tidak, kita akan lihat apa yang terjadi,” ujar Trump dalam pernyataannya.
Trump juga menyinggung pengalaman masa lalu ketika negosiasi dengan Iran dinilai tidak membuahkan hasil signifikan, khususnya terkait isu nuklir. Ia menilai upaya pelucutan senjata nuklir sebelumnya tidak berjalan sesuai harapan, sehingga pendekatan berbeda kini kembali disiapkan oleh Washington.
“Terakhir kali mereka bernegosiasi, upaya pelucutan senjata nuklir tidak berhasil. Kemudian dilakukan dengan cara berbeda, dan sekarang kita akan melihat hasilnya,” kata Trump.
Di sisi lain, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap menyiapkan opsi militer sebagai bentuk tekanan strategis. Ia menyebut AS telah mengerahkan armada militer besar yang diarahkan ke kawasan sekitar Iran, bahkan diklaim sebagai pengerahan kekuatan terbesar yang pernah dilakukan.
“Kita memiliki armada besar yang sedang menuju Iran, lebih besar dari yang pernah dikerahkan sebelumnya,” ujarnya.
Namun demikian, Trump menegaskan bahwa rencana militer tersebut tidak akan dibuka kepada negara-negara sekutu di kawasan Teluk. Menurutnya, membagikan detail strategi justru berisiko melemahkan posisi AS dalam proses negosiasi.
“Kami tidak bisa memberi tahu mereka apa rencananya. Jika saya mengungkapkannya, itu sama buruknya dengan memberi tahu publik, bahkan bisa lebih buruk,” kata Trump menanggapi laporan terkait minimnya informasi yang diterima sekutu Teluk.
Pernyataan Trump ini memperlihatkan pendekatan ganda Amerika Serikat terhadap Iran, yakni membuka peluang diplomasi sekaligus mempertahankan tekanan militer sebagai opsi terakhir. Situasi tersebut diperkirakan masih akan berkembang seiring dinamika hubungan kedua negara dalam waktu dekat.
Baca berita internasional terkini dan analisis lainnya di https://JurnalLugas.Com






