JurnalLugas.Com – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penyesuaian pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026.
Setelah sempat bertahan di level yang lebih tinggi, harga logam mulia pagi ini tercatat turun Rp4.000 per gram, memberikan peluang baru bagi masyarakat yang tengah mempertimbangkan investasi emas.
Berdasarkan pembaruan harga resmi, emas Antam kini dipasarkan Rp2.599.000 per gram, lebih rendah dibandingkan posisi sebelumnya yang berada di angka Rp2.603.000 per gram.
Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga mengalami penyesuaian menjadi Rp2.370.000 per gram.
Pergerakan harga emas setiap hari dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari dinamika harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kebijakan suku bunga global, hingga sentimen ekonomi internasional. Karena itu, harga logam mulia dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar.
Bagi investor jangka panjang, koreksi harga sering dimanfaatkan sebagai momentum untuk menambah kepemilikan emas.
Sebaliknya, bagi pemilik emas yang ingin menjual kembali, perubahan harga buyback menjadi salah satu indikator penting sebelum melakukan transaksi.
Selain memantau harga, masyarakat juga perlu memahami ketentuan perpajakan yang berlaku dalam transaksi emas Antam.
Untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Potongan pajak tersebut dilakukan langsung dari total nilai transaksi ketika proses pembelian kembali berlangsung.
Sementara itu, pembelian emas batangan juga dikenai PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar sesuai ketentuan yang berlaku.
Berikut daftar harga emas Antam terbaru pada Rabu, 5 Agustus 2026:
- 0,5 gram: Rp1.349.000
- 1 gram: Rp2.599.000
- 2 gram: Rp5.138.000
- 3 gram: Rp7.682.000
- 5 gram: Rp12.770.000
- 10 gram: Rp25.485.000
- 25 gram: Rp63.587.000
- 50 gram: Rp127.095.000
- 100 gram: Rp254.112.000
- 250 gram: Rp635.015.000
- 500 gram: Rp1.269.820.000
- 1.000 gram: Rp2.539.600.000
Meski mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih masyarakat karena dinilai mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang.
Logam mulia juga sering dijadikan pilihan untuk diversifikasi portofolio di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Analis pasar mengingatkan agar keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada pergerakan harga harian.
Investor disarankan memperhatikan tren jangka panjang, tujuan investasi, serta kondisi ekonomi yang dapat memengaruhi harga emas di masa mendatang.
Karena harga logam mulia dapat berubah mengikuti perkembangan pasar, masyarakat disarankan selalu memantau pembaruan harga resmi sebelum melakukan transaksi pembelian maupun penjualan.
Ikuti informasi terbaru seputar harga emas, investasi, ekonomi, dan bisnis hanya di JurnalLugas.Com.
(Endarto)






