JurnalLugas.Com — Dalam ajaran Islam, penyakit ain diyakini sebagai gangguan yang timbul akibat pandangan mata seseorang yang disertai rasa hasad, dengki, atau kekaguman berlebihan tanpa mengingat Allah SWT. Meski tidak dikenal dalam dunia medis modern, konsep penyakit ain telah lama dibahas dalam Al-Qur’an, hadits, dan kajian para ulama.
Ain bukan sekadar mitos. Rasulullah SAW secara tegas menjelaskan bahwa pengaruh pandangan mata bisa menimbulkan dampak buruk, mulai dari gangguan fisik hingga musibah tertentu. Pandangan tersebut dapat menjadi celah bagi setan untuk mempengaruhi manusia, sehingga orang yang dipandang bisa jatuh sakit atau mengalami kesialan.
Apa Itu Penyakit Ain?
Secara istilah, ain adalah pengaruh buruk yang keluar dari jiwa seseorang melalui pandangan mata, baik disengaja maupun tidak. Biasanya, ain muncul dari hati yang tidak bersih—dipenuhi iri, dengki, atau kekaguman ekstrem tanpa dzikir kepada Allah.
Para ulama menjelaskan bahwa ain bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak, orang dewasa, bahkan orang saleh sekalipun, jika tidak dilindungi dengan doa dan dzikir.
Ciri-Ciri Seseorang Terkena Penyakit Ain
Mengutip penjelasan ulama yang dirangkum dari kajian ruqyah syar’iyyah, apabila gangguan tersebut bukan berasal dari penyakit medis, maka ciri-ciri penyakit ain umumnya meliputi:
- Sakit kepala yang berpindah-pindah
- Wajah tampak pucat tanpa sebab jelas
- Sering berkeringat dan buang air kecil
- Nafsu makan menurun
- Mati rasa, panas, atau dingin di beberapa anggota tubuh
- Detak jantung cepat dan tidak beraturan
- Nyeri yang berpindah dari punggung bawah ke bahu
- Perasaan sedih dan sesak di dada
- Berkeringat berlebihan di malam hari
- Emosi tidak stabil, muncul ketakutan berlebihan
- Sering menguap, bersendawa, atau terengah-engah
- Cenderung menyendiri dan menarik diri dari lingkungan
- Malas bergerak dan lebih banyak diam
- Tidur berlebihan
- Mengalami gangguan kesehatan tertentu tanpa sebab medis yang jelas
Gejala tersebut bisa muncul sebagian atau keseluruhan, tergantung kuat atau banyaknya pengaruh ain yang mengenai seseorang.
Cara Menyembuhkan Penyakit Ain Menurut Islam
Islam mengajarkan bahwa setiap penyakit memiliki obat. Penyakit ain dapat disembuhkan dengan ikhtiar spiritual dan tawakal kepada Allah SWT. Berikut beberapa cara yang dianjurkan:
1. Ruqyah Syar’iyyah
Jika penyebab ain tidak diketahui, maka disunnahkan melakukan ruqyah syar’iyyah dengan bacaan Al-Qur’an dan doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW.
Dalam hadits riwayat Muslim, disebutkan bahwa Malaikat Jibril pernah meruqyah Nabi Muhammad SAW dengan doa:
“Dengan nama Allah yang menyembuhkanmu. Dia menyembuhkanmu dari segala penyakit dan dari keburukan orang yang dengki serta dari keburukan setiap orang yang memiliki pandangan ain.”
Selain doa tersebut, ruqyah dapat dilakukan dengan membaca:
- Surat Al-Fatihah
- Ayat Kursi
- Ayat-ayat terakhir Surat Al-Baqarah
- Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas
Bacaan dilakukan dengan penuh keyakinan, khusyuk, dan tawakal kepada Allah SWT.
2. Mandi dengan Air Orang yang Menyebabkan Ain
Apabila diketahui secara jelas siapa yang menimpakan ain, maka orang tersebut dianjurkan untuk mandi, lalu air bekas mandinya digunakan untuk menyiram bagian belakang tubuh orang yang terkena ain.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA:
“Ain itu benar adanya. Seandainya ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, maka ain-lah yang bisa melakukannya. Jika kalian diminta mandi, maka mandilah.” (HR. Muslim)
Cara ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar sesuai tuntunan syariat.
Penyakit ain merupakan bagian dari perkara ghaib yang diyakini dalam Islam. Meski tidak terdeteksi secara medis, umat Muslim diajarkan untuk tidak meremehkannya, sekaligus tidak berlebihan dalam menyikapinya. Perlindungan terbaik adalah dengan memperbanyak dzikir, doa, dan menjaga hati dari rasa iri serta dengki.
Dengan iman yang kuat dan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, setiap Muslim dapat menjaga diri dan keluarganya dari gangguan penyakit ain.
Baca artikel Islami dan berita aktual lainnya di: https://JurnalLugas.Com






