Banyak Belum Sadar, Rice Cooker Bisa Jadi Penyedot Listrik Terbesar di Rumah

JurnalLugas.Com — Bagi sebagian besar keluarga di Indonesia, rice cooker sudah menjadi perangkat wajib di dapur. Alat ini dianggap praktis karena mampu menanak sekaligus menjaga nasi tetap hangat sepanjang hari.

Namun tanpa disadari, kebiasaan membiarkan rice cooker terus menyala ternyata bisa menjadi salah satu penyebab tagihan listrik rumah membengkak.

Bacaan Lainnya

Tidak sedikit masyarakat yang mengira perangkat paling boros listrik hanyalah AC atau kulkas. Padahal, rice cooker yang aktif selama 24 jam setiap hari juga dapat menyedot daya cukup besar, terutama jika digunakan tanpa jeda dan dalam kondisi “warm” terus-menerus.

Penggunaan rice cooker yang berlangsung nonstop membuat konsumsi listrik berjalan stabil sepanjang hari. Meski daya saat mode menghangatkan terlihat kecil, akumulasi pemakaian bulanan tetap memberi dampak pada tagihan listrik rumah tangga.

Pengamat energi rumah tangga, Andika Prasetyo, mengatakan kebiasaan membiarkan rice cooker menyala terus menerus sering dianggap sepele oleh masyarakat.

“Banyak orang fokus mematikan lampu, tetapi lupa bahwa rice cooker aktif hampir sepanjang hari. Kalau dikalkulasikan selama sebulan, konsumsi listriknya cukup terasa,” ujarnya.

Baca Juga  Kabar Baik, Tarif Listrik Februari Seperti Ini, Cek Rincian Subsidi dan Nonsubsidi

Rice cooker modern umumnya memiliki daya antara 300 hingga 700 watt saat memasak. Setelah nasi matang, perangkat akan berpindah ke mode penghangat dengan konsumsi sekitar 30 hingga 100 watt.

Angka tersebut memang terlihat kecil, namun bila menyala tanpa henti selama berjam-jam, penggunaan listrik tetap terus berjalan.

Kondisi ini semakin terasa pada rumah tangga yang memiliki lebih dari satu rice cooker atau membiarkan alat tetap menyala meski nasi sudah tidak dikonsumsi lagi. Banyak keluarga juga tetap mencolokkan perangkat ke listrik sepanjang malam demi alasan praktis.

Selain berdampak pada konsumsi listrik, kebiasaan tersebut juga dapat memengaruhi kualitas nasi. Nasi yang terlalu lama berada dalam mode hangat berisiko mengering, berubah warna, hingga memicu bau tidak sedap jika dibiarkan terlalu lama.

Pakar elektronik rumah tangga, Deni Saputra, menyarankan masyarakat mulai mengubah pola penggunaan rice cooker agar lebih hemat energi.

“Gunakan mode hangat seperlunya saja. Kalau nasi masih banyak dan belum akan dimakan dalam waktu lama, lebih baik cabut colokan untuk mengurangi pemborosan listrik,” katanya.

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan agar penggunaan rice cooker tetap efisien tanpa mengganggu aktivitas rumah tangga.

Baca Juga  Jika Menunggak Pembayaran Listrik PLN, Kapan Aliran Listrik ke Rumah Diputus Petugas?

Pertama, masak nasi sesuai kebutuhan harian agar tidak terlalu lama disimpan dalam mode hangat.

Kedua, cabut steker rice cooker setelah selesai digunakan. Ketiga, pilih rice cooker dengan fitur hemat energi atau teknologi low watt.

Selain itu, membersihkan bagian pemanas secara rutin juga membantu menjaga efisiensi perangkat. Rice cooker yang kotor atau berkerak biasanya membutuhkan daya lebih besar untuk mempertahankan suhu panas.

Kesadaran soal penggunaan listrik rumah tangga kini semakin penting di tengah kenaikan kebutuhan energi masyarakat. Perangkat kecil yang terlihat biasa ternyata dapat memberi pengaruh besar terhadap pengeluaran bulanan jika digunakan tanpa kontrol.

Karena itu, memahami kebiasaan sederhana di rumah bisa menjadi langkah awal untuk menghemat listrik sekaligus menjaga peralatan elektronik tetap awet digunakan dalam jangka panjang.

Baca berita dan artikel menarik lainnya di JurnalLugas.Com

(Wening)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait