JurnalLugas.Com – Mayor Jenderal Iran, Yahya Rahim Safavi, menyatakan bahwa aparat intelijen Iran memiliki “pengawasan lengkap” terhadap target-target Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara eksklusif yang disiarkan televisi pemerintah pada Selasa, 3 Maret 2026.
Safavi bahkan mengklaim mengetahui lokasi pertemuan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada 3 Maret lalu. “Kami mengetahui lokasi pertemuan Netanyahu, dan basis data intelijen kami lengkap,” ujar Safavi.
Kritikan terhadap AS dan Dukungan terhadap Israel
Tokoh militer senior Iran itu menyoroti peran mantan Presiden AS Donald Trump yang disebutnya sebagai “pion di tangan Netanyahu,” dengan mengorbankan kepentingan nasional Amerika untuk kepentingan Israel. Safavi menambahkan bahwa banyak politisi AS mempertanyakan mengapa uang pembayar pajak dan nyawa tentara harus dihabiskan untuk melayani Israel.
“Tujuan kampanye AS-Israel yang ingin mengubah rezim, membubarkan, dan menaklukkan Iran tidak akan tercapai,” kata Safavi, sambil menegaskan kesiapan Iran menghadapi berbagai skenario.
Peningkatan Kapasitas Militer Iran
Safavi juga menekankan bahwa Iran telah menggunakan periode pasca-perang 12 hari dengan Israel pada Juni 2025 untuk meningkatkan kemampuan rudal dan drone ofensifnya hingga “sepuluh kali lipat.” Ia menegaskan bahwa serangan AS-Israel sebelumnya didasarkan pada “penilaian strategis yang keliru” bahwa Iran melemah akibat konflik sebelumnya.
Menurut Safavi, serangan tersebut menghantam bangunan kosong tanpa pasukan, tanpa penjaga, dan tanpa anggota Basij di dalamnya. Ini menunjukkan bahwa Iran berhasil mengantisipasi langkah lawan dan meminimalkan kerugian personel.
Ancaman terhadap Pemimpin Israel
Dalam perang 12 hari tahun 2025, Iran disebut menargetkan rumah Netanyahu di luar Yerusalem serta sejumlah pejabat penting Israel. Target-target tersebut mengalami kerusakan signifikan, sementara keluarga Netanyahu dikabarkan berada di luar negeri, termasuk di AS.
Lebih jauh, Safavi menegaskan bahwa badan-badan negara Iran dan proksi mereka telah berulang kali menargetkan individu-individu Israel, termasuk diplomat, turis, pengusaha, dan anggota masyarakat, terutama di luar Israel, selama beberapa dekade.
Politik Iran
Safavi juga menyinggung kemungkinan pergantian kepemimpinan di Iran. Ia menyebut bahwa Majelis Pakar siap memilih pengganti Ayatollah Khamenei setelah pembentukan Dewan Kepemimpinan sementara, menegaskan stabilitas internal Iran meski tekanan eksternal terus meningkat.
Iran terus menegaskan kesiapan militernya sekaligus mendorong jalur diplomasi untuk menyeimbangkan ketegangan regional, sambil mengawasi gerak-gerik Washington dan Tel Aviv secara cermat.
Baca lebih lanjut dan update terkini di JurnalLugas.Com.
(TR)






