USS George H.W. Bush Dikirim ke Timur Tengah, Ini Kecanggihan Kapal Induk Nuklir AS

JurnalLugas.Com — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat. Di tengah situasi tersebut, Amerika Serikat dilaporkan bersiap mengirim kapal induk USS George H.W. Bush ke wilayah yang berdekatan dengan Iran.

Langkah ini dilakukan setelah Washington sebelumnya lebih dulu mengerahkan dua kapal induk ke kawasan tersebut, yakni USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford. Penambahan armada ini dinilai sebagai upaya memperkuat kehadiran militer AS di tengah dinamika keamanan regional yang terus memanas selama lebih dari sepekan terakhir.

Bacaan Lainnya

Laporan yang dirilis pada 7 Maret 2026 menyebutkan kelompok tempur kapal induk ini diperkirakan segera bergerak menuju Mediterania Timur wilayah strategis tempat USS Gerald R. Ford, yang dikenal sebagai kapal induk terbesar di dunia, telah ditempatkan sebelumnya.

Pihak Angkatan Laut Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa USS George H.W. Bush telah menuntaskan rangkaian latihan pra-penugasan pada pekan lalu. Latihan tersebut menjadi tahap penting sebelum armada dinyatakan siap menjalankan misi operasional.

Sementara itu, laporan dari US Naval Institute menyebut kapal induk bersama kapal perang pengawalnya telah menyelesaikan Composite Unit Training Exercise (COMPTUEX). Latihan ini merupakan tahap akhir yang wajib dijalani setiap carrier strike group sebelum dikerahkan untuk misi militer.

Seorang pejabat militer AS mengatakan, latihan tersebut memastikan seluruh sistem tempur, koordinasi armada, hingga kesiapan personel telah memenuhi standar operasi.

“Latihan ini memastikan seluruh elemen armada mampu beroperasi secara terpadu dalam berbagai skenario misi,” ujarnya singkat.

USS George H.W. Bush (CVN-77) sendiri merupakan kapal induk kelas Nimitz yang terakhir dibangun untuk Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal ini dinamai untuk menghormati George H. W. Bush, Presiden ke-41 Amerika Serikat yang juga pernah menjabat sebagai Direktur CIA ke-11.

Baca Juga  Iran Tegas, Diplomasi Sudah Mati! Teheran Siap Perang Panjang Lawan AS

George H.W. Bush juga dikenal sebagai pemimpin Amerika Serikat saat berlangsungnya Perang Teluk 1990–1991, ketika Irak menginvasi Kuwait. Ia juga merupakan ayah dari mantan presiden George W. Bush.

Di era pemerintahan George W. Bush, armada kapal induk AS memainkan peran penting dalam operasi militer di Timur Tengah, khususnya dalam kampanye War on Terrorism setelah tragedi serangan 11 September 2001.

Sejarah USS George H.W. Bush

USS George H.W. Bush diresmikan pada 7 Oktober 2006 dalam sebuah upacara besar yang dihadiri langsung oleh George H.W. Bush. Peristiwa ini tercatat unik karena ia menjadi tokoh pertama yang namanya diabadikan pada kapal induk Angkatan Laut AS saat masih hidup dan bahkan hadir dalam prosesi pembaptisan kapal tersebut.

Kapal ini kemudian resmi diserahkan kepada Angkatan Laut AS pada 11 Mei 2009 dan ditempatkan dalam Carrier Strike Group Two untuk menjalani tahap persiapan operasional.

Pelayaran tempur perdananya dimulai pada Mei 2011 di bawah komando Rear Adm. Nora W. Tyson, yang saat itu mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin kelompok tempur kapal induk Amerika.

Dalam misi awalnya, kapal ini mengikuti latihan militer Saxon Warrior serta melakukan kunjungan ke sejumlah negara seperti Inggris, Spanyol, Italia, Bahrain, dan Prancis.

Selain itu, kapal induk ini juga terlibat dalam beberapa operasi militer penting, termasuk Operation Enduring Freedom di Afghanistan dan Operation New Dawn di Irak.

Pada tahun 2014, USS George H.W. Bush kembali menjalankan penugasan selama sembilan bulan dengan terlibat dalam operasi udara di Afghanistan, Irak, dan Suriah.

Baca Juga  Sentinel Gantikan Minuteman III, AS Buka Opsi Tambah Hulu Ledak Nuklir, Trump Pegang Kendali

Setelah menjalani perawatan di Norfolk Naval Shipyard pada 2015, kapal kembali aktif pada Juli 2016 dan menjalankan penugasan tempur ketiga pada 2017 untuk mendukung Operation Inherent Resolve, operasi internasional melawan kelompok ISIS di Irak dan Suriah.

Spesifikasi dan Kecanggihan USS George H.W. Bush

USS George H.W. Bush merupakan kapal induk super bertenaga nuklir yang dirancang untuk menggelar operasi udara berskala besar dari tengah lautan. Kapal ini mampu membawa puluhan pesawat tempur sekaligus serta mengoperasikan berbagai misi militer.

Berikut spesifikasi teknis utama kapal induk tersebut:

Kelas Kapal: Nimitz-class aircraft carrier
Nomor Lambung: CVN-77
Panjang Kapal: 332,9 meter
Panjang Garis Air: 317 meter
Lebar Kapal: 40,8 meter
Lebar Dek Penerbangan: 76,3 meter
Draft: 11,3 meter
Displacement Penuh: sekitar 105.668 ton
Kecepatan Maksimum: sekitar 31 knot (±57 km/jam)

Sistem Tenaga:

  • 2 reaktor nuklir A4W
  • 4 turbin uap
  • 4 baling-baling utama

Fasilitas Operasi Udara:

  • 4 katapel pesawat C-13 Mod 1
  • 4 elevator pesawat

Kapasitas Personel:

  • Awak kapal: sekitar 3.200 personel
  • Personel sayap udara: sekitar 2.800 personel
  • Total kapasitas: hingga 6.500 orang

Dengan kemampuan tersebut, USS George H.W. Bush mampu menjadi pangkalan udara terapung yang dapat menggelar operasi militer jarak jauh tanpa bergantung pada pangkalan darat.

Kehadirannya di kawasan Timur Tengah diperkirakan akan semakin memperkuat postur militer Amerika Serikat di wilayah yang selama ini menjadi salah satu titik panas geopolitik dunia.

Baca berita lengkap lainnya hanya di
https://JurnalLugas.Com

(SF)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait