JurnalLugas.Com – Pemerintah Irak kembali menegaskan sikap keras terhadap setiap upaya yang memanfaatkan wilayahnya sebagai titik peluncuran serangan ke negara lain. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang belakangan memicu kekhawatiran banyak negara.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Irak, Mohammed Hussein Bahr Al-Uloom, saat bertemu dengan Duta Besar Kuwait untuk Irak, Mohammad Hassan Al-Zaman, di Baghdad, Senin (9/3).
Dalam pertemuan tersebut, Bahr Al-Uloom menegaskan bahwa Irak tidak ingin wilayahnya dijadikan alat untuk memperluas konflik di kawasan.
“Irak memiliki prinsip jelas untuk tidak terlibat dalam logika peperangan. Kami juga tidak akan membiarkan wilayah negara digunakan sebagai titik serangan terhadap negara lain, khususnya negara tetangga,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri Irak.
Ia menambahkan bahwa pemerintah Irak terus memperkuat pengawasan keamanan serta koordinasi antarinstansi untuk memastikan stabilitas wilayah tetap terjaga.
Menurut Bahr Al-Uloom, Baghdad juga siap mengambil tindakan tegas terhadap pihak mana pun yang mencoba melakukan aktivitas militer ilegal dari dalam wilayah Irak.
“Jika ada pihak yang bertindak dan merugikan kepentingan Irak atau merusak hubungan dengan negara sahabat, pemerintah tidak akan tinggal diam. Proses hukum dan langkah keamanan akan dilakukan,” tegasnya.
Kuwait Soroti Ancaman Serangan
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Kuwait Mohammad Hassan Al-Zaman menyampaikan kekhawatiran pemerintahnya terkait laporan serangan yang disebut berasal dari wilayah Irak.
Diplomat tersebut berharap pemerintah Baghdad dapat mengambil langkah cepat untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami berharap kerja sama keamanan antara dua negara dapat semakin diperkuat sehingga stabilitas kawasan tetap terjaga dan hubungan persaudaraan antara Kuwait dan Irak tetap harmonis,” kata Al-Zaman.
Ia juga menilai komunikasi diplomatik yang terbuka sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman di tengah situasi kawasan yang sensitif.
Konflik Timur Tengah Memanas
Situasi keamanan di Timur Tengah semakin memanas setelah serangan militer gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Serangan tersebut memicu eskalasi besar di kawasan dan dilaporkan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone serta rudal yang menargetkan beberapa wilayah strategis di kawasan, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi fasilitas militer Amerika Serikat.
Di tengah situasi tersebut, Irak menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kedaulatan wilayah dan tidak membiarkan negaranya menjadi arena konflik antarnegara.
Pemerintah Baghdad juga mendorong semua pihak untuk mengedepankan dialog dan upaya diplomatik guna meredakan ketegangan yang semakin meningkat di kawasan Timur Tengah.
Baca berita internasional lainnya di https://JurnalLugas.Com.
(SF)






