Iran Tak Akan Diam! Araghchi Balasan Keras Jika Infrastruktur Diserang

JurnalLugas.Com — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memuncak setelah Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak akan menunjukkan pengekangan sedikit pun apabila infrastrukturnya menjadi target serangan.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Araghchi melalui akun media sosial X pada Jumat (20/3/2026), di tengah meningkatnya eskalasi konflik dengan Israel dan keterlibatan Amerika Serikat.

Bacaan Lainnya

“Kami memiliki informasi intelijen terkait rencana Israel untuk menyerang infrastruktur kami. Sekali lagi, tidak akan ada pengekangan sama sekali jika hal itu terjadi,” tulisnya.

Iran Tegaskan Sikap: Tidak Memulai, Tapi Siap Membalas

Dalam pernyataannya, Araghchi menegaskan bahwa rakyat Iran bukan pihak yang memulai konflik. Ia menyebut respons keras hanya akan dilakukan jika negaranya diserang terlebih dahulu.

Ia menekankan bahwa prinsip utama Iran adalah tidak melakukan serangan mendadak saat proses dialog masih berlangsung. Namun, jika agresi terjadi, respons akan dilakukan secara tegas dan terukur.

Baca Juga  UEA Jadi Basis Militer AS, IRGC Iran Balas Serangan ke Target Strategis di Teluk

“Rakyat Iran tidak menyerang secara tiba-tiba ketika masih berdialog. Namun ketika diserang, kami akan merespons dengan kekuatan penuh,” ujarnya.

Pernyataan Trump Picu Ketegangan

Dalam unggahan yang sama, Araghchi juga menyertakan video pernyataan Donald Trump yang menyebut bahwa Iran diduga memiliki rencana untuk menyerang Amerika Serikat.

Trump dalam video tersebut menyatakan bahwa langkah militer yang diambil AS merupakan tindakan pencegahan.

“Jika kami tidak bertindak saat itu, saya yakin mereka memang berniat menyerang kami,” kata Trump.

Pernyataan ini semakin memperkeruh situasi dan memperdalam ketidakpercayaan antara kedua negara.

Konflik Memanas Sejak Serangan Gabungan

Eskalasi konflik ini bermula sejak serangan gabungan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari lalu terhadap Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk tokoh penting Iran, Ali Khamenei.

Sejak saat itu, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke berbagai target di kawasan, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi basis militer AS.

Baca Juga  Palestina Gencatan Senjata Total, Gaza hingga Tepi Barat, Zionis Hentikan Serangan

Dampak Global Mulai Terasa

Konflik yang terus membesar ini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga mulai memengaruhi kondisi global. Gangguan terhadap infrastruktur strategis dan jalur penerbangan internasional menyebabkan ketidakpastian di pasar energi dan ekonomi dunia.

Para pengamat menilai, jika eskalasi tidak segera diredam, konflik ini berpotensi meluas dan memicu krisis geopolitik yang lebih besar.

Situasi di Timur Tengah kini berada di titik kritis, dengan ancaman balasan tanpa batas dari Iran menjadi sinyal kuat bahwa konflik bisa berkembang lebih jauh jika tidak ada upaya diplomasi yang serius.

Baca selengkapnya di JurnalLugas.Com

(PJ)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait