Kinerja TOWR Melejit, Laba Bersih Tembus Rp3,68 Triliun

JurnalLugas.Com — PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menunjukkan performa keuangan yang kuat sepanjang tahun 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,68 triliun. Capaian ini mencerminkan pertumbuhan yang konsisten di tengah dinamika industri telekomunikasi yang semakin kompetitif.

Secara tahunan, laba tersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif atas kemampuan perseroan dalam menjaga stabilitas bisnis serta memaksimalkan potensi pendapatan.

Bacaan Lainnya

Pendapatan Tumbuh, Profitabilitas Terjaga

Sepanjang 2025, TOWR membukukan pendapatan sebesar Rp13,33 triliun atau mengalami kenaikan sekitar 4,6 persen secara tahunan. Peningkatan ini didorong oleh kontribusi berkelanjutan dari bisnis penyewaan menara dan layanan infrastruktur telekomunikasi lainnya.

Laba bruto perusahaan tercatat mencapai Rp9,14 triliun, sementara laba usaha berada di kisaran Rp7,5 triliun. Kinerja ini mencerminkan efisiensi operasional yang terus dijaga oleh manajemen.

Baca Juga  BEI Catat 70 Emiten Terancam Delisting, Ini Daftar Resminya

Ringkasan keterangan perusahaan menyebutkan bahwa pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari strategi pengelolaan aset yang optimal serta penguatan layanan kepada pelanggan utama.

Beban Terkontrol, Laba Tetap Tumbuh

Di sisi lain, beban pokok pendapatan meningkat menjadi sekitar Rp4,19 triliun. Namun kenaikan ini masih sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, sehingga tidak menggerus margin secara signifikan.

Laba sebelum pajak tercatat mencapai Rp4,45 triliun, menunjukkan peningkatan yang stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Setelah dikurangi beban pajak, laba tahun berjalan tetap berada di level Rp3,68 triliun.

Fundamental Keuangan Semakin Sehat

Dari sisi neraca, kondisi keuangan TOWR menunjukkan perbaikan. Total ekuitas meningkat signifikan menjadi Rp27,08 triliun, mencerminkan penguatan modal perusahaan.

Sementara itu, total liabilitas mengalami penurunan sekitar 14 persen, menandakan upaya perusahaan dalam mengelola utang secara lebih efektif.

Meski total aset sedikit menurun menjadi Rp77,27 triliun, langkah efisiensi yang dilakukan perusahaan dinilai mampu menjaga keseimbangan struktur keuangan. Di sisi lain, posisi kas dan setara kas tercatat sebesar Rp647,55 miliar pada akhir tahun.

Baca Juga  SIG Tancap Gas di Tengah Overcapacity, Laba Q1 2026 Melonjak Tajam

Prospek Tetap Positif di Era Digital

Kinerja positif TOWR mempertegas perannya sebagai salah satu pemain utama di sektor infrastruktur telekomunikasi nasional. Kebutuhan akan konektivitas yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi digital menjadi peluang besar bagi perseroan.

Dengan strategi ekspansi selektif dan efisiensi berkelanjutan, TOWR diyakini mampu mempertahankan tren pertumbuhan ke depan, meski industri menghadapi berbagai tantangan seperti konsolidasi operator dan perubahan teknologi.

Untuk informasi berita ekonomi terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com

(HD)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait