JurnalLugas.Com – Pada perdagangan Senin, 11 November 2024, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) mengalami penguatan signifikan, didorong oleh antusiasme investor setelah perusahaan mengumumkan rencana pemecahan saham atau stock split. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 10.07 WIB, saham PTRO naik sebesar 2,33% menjadi Rp18.675 per lembar saham. Volume transaksi mencapai 2,89 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp53,96 miliar.
Secara mingguan, saham PTRO mencatatkan kenaikan sebesar 6,12%, sementara dalam periode satu bulan, lonjakan harga saham mencapai 29,07%. Lonjakan ini didorong oleh optimisme investor terhadap rencana stock split yang dinilai mampu mendorong likuiditas saham.
Detail Rencana Stock Split PT Petrosea Tbk
Manajemen PTRO sebelumnya telah mengumumkan rencana stock split dengan rasio 1:10. Artinya, setiap satu saham lama akan dipecah menjadi sepuluh saham baru. Saat ini, nilai nominal saham PTRO adalah Rp50 per saham, dan setelah stock split, nilai nominal per saham akan menjadi Rp5. Rencana ini akan mengubah jumlah saham PTRO dari 1,008 miliar saham menjadi 10,08 miliar saham.
Manajemen perusahaan menyatakan bahwa tujuan utama dari stock split ini adalah untuk menurunkan harga per saham agar lebih terjangkau bagi investor ritel. “Pemecahan saham diharapkan meningkatkan likuiditas dan frekuensi perdagangan saham perseroan, sekaligus menjangkau lebih banyak investor pasar modal, baik lokal maupun internasional,” ujar manajemen PTRO pada Kamis, 7 November 2024.
Dengan harga yang lebih rendah, diharapkan terjadi peningkatan permintaan saham PTRO dari berbagai kalangan investor, termasuk pemodal nasional dan asing. Lebih jauh, pihak manajemen juga menyebutkan bahwa pemecahan saham ini tidak akan berdampak negatif terhadap posisi keuangan perusahaan.
Waktu Pelaksanaan Stock Split
Pelaksanaan stock split PTRO akan menunggu persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang dijadwalkan pada 16 Desember 2024. Sesuai ketentuan POJK 15/2022, proses pemecahan saham harus dilakukan maksimal 30 hari setelah persetujuan RUPSLB. Jika batas waktu ini jatuh pada hari libur, pelaksanaan stock split akan digeser ke hari kerja berikutnya.
Potensi Dampak Stock Split bagi Investor
Stock split ini berpotensi memberikan dampak positif bagi PTRO. Secara umum, stock split tidak mengubah kapitalisasi pasar perusahaan, tetapi membuat harga saham per lembar turun secara proporsional. Harga saham yang lebih rendah sering kali menarik minat lebih banyak investor untuk membeli saham, sehingga meningkatkan likuiditas dan frekuensi perdagangan.
Bagi investor, stock split PTRO memberikan peluang untuk memiliki saham dengan harga per unit yang lebih rendah. Hal ini memungkinkan investor ritel untuk memiliki lebih banyak saham tanpa mengubah proporsi kepemilikan mereka dalam perusahaan.
Namun, investor tetap perlu berhati-hati, karena stock split tidak serta-merta meningkatkan nilai fundamental perusahaan. Kinerja saham setelah stock split akan sangat bergantung pada prospek bisnis dan kinerja fundamental PTRO ke depan.
Kontrak Baru PTRO dengan PT Bara Prima Mandiri
Selain rencana stock split, PTRO juga baru-baru ini menandatangani kontrak besar senilai Rp4,03 triliun dengan PT Bara Prima Mandiri (BPM), produsen batu bara di Kalimantan Tengah. Kontrak ini mencakup jasa pengupasan lapisan tanah dan penggalian batu bara hingga 31 Desember 2032. Estimasi produksi mencapai 135,46 juta BCM untuk lapisan penutup dan 7,35 juta ton batu bara.
Kontrak baru ini menambah optimisme pasar terhadap PTRO, mengingat kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan perusahaan di masa mendatang. Dengan kontrak jangka panjang ini, PTRO diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan perusahaan dan memberikan hasil positif bagi para pemegang saham.
Penguatan saham PTRO yang didorong oleh rencana stock split dan kontrak baru dengan PT Bara Prima Mandiri menunjukkan respons positif dari investor. Rencana pemecahan saham ini diyakini akan meningkatkan likuiditas dan menarik lebih banyak investor, yang pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan saham PTRO di pasar modal.
Investor perlu terus memantau perkembangan kinerja PTRO agar bisa mengambil keputusan investasi yang tepat di masa mendatang.






