Update Terbaru Operasi True Promise 4, Iran Gempur Basis AS-Israel Serangan Rudal dan Drone ke-87

JurnalLugas.Com — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Republik Islam Iran meluncurkan gelombang ke-87 serangan rudal dan drone yang menyasar sejumlah objek vital militer milik Israel dan Amerika Serikat. Serangan ini merupakan bagian dari operasi besar bertajuk “True Promise 4” yang disebut-sebut sebagai salah satu eskalasi militer terbesar dalam beberapa waktu terakhir.

Operasi yang diberi sandi “Ya Aba Abdillah Al Hussein” tersebut dilaporkan didedikasikan untuk para tokoh yang dianggap sebagai syuhada, termasuk Alireza Tangsiri, Yahya Sinwar, Hassan Nasrallah, hingga Ali Larijani.

Bacaan Lainnya

Dalam pernyataan resminya, Korps Garda Revolusi Islam mengklaim bahwa serangan terbaru ini berhasil menargetkan pusat komando dan kendali milik militer AS, termasuk lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pilot Angkatan Udara Amerika.

Baca Juga  Belanda Kirim Kapal Perang HNLMS Evertsen ke Mediterania Timur, Siap Serang Iran

“Operasi ini berhasil mengenai titik-titik strategis yang menjadi pusat aktivitas militer musuh,” demikian pernyataan singkat dari pihak militer Iran yang dikutip dari laporan internal.

Lebih lanjut, laporan tersebut menyebutkan bahwa rudal Iran menghantam sedikitnya lima pangkalan militer AS di kawasan tersebut. Lokasi-lokasi yang disasar disebut menampung lebih dari 200 personel militer, termasuk komandan dan perwira tinggi.

Selain menargetkan personel, Iran juga mengklaim telah menghancurkan berbagai fasilitas penting seperti hanggar drone, gudang logistik senjata, serta infrastruktur militer pendukung lainnya.

Sementara itu, di wilayah Israel, serangan dilaporkan menjangkau sejumlah kota strategis, mulai dari Haifa, Kiryat Shmona, Tel Aviv, Beersheba, hingga kawasan sensitif di Dimona.

Dalam operasi ini, Iran mengerahkan berbagai alutsista canggih, termasuk rudal balistik Emad, Qiam, dan Khorramshahr 4, serta drone tempur yang diklaim mampu menembus sistem pertahanan udara lawan.

Baca Juga  Peter Ford Zionis Ditinggal Trump, Israel Ganggu Gencatan Senjata AS–Iran

Sejumlah pengamat militer menilai eskalasi ini berpotensi memperluas konflik di kawasan jika tidak segera direspons melalui jalur diplomasi. “Situasi saat ini sangat rawan dan dapat memicu konflik yang lebih besar,” ujar seorang analis pertahanan yang enggan disebutkan namanya.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Israel maupun Amerika Serikat terkait tingkat kerusakan maupun korban akibat serangan tersebut. Namun, perkembangan ini terus menjadi perhatian dunia internasional karena berpotensi mengganggu stabilitas geopolitik global.

Ikuti perkembangan berita terbaru dan analisis mendalam lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

(HD)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait