JurnalLugas.Com — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan keras terhadap sekutu-sekutunya di NATO. Ia secara terbuka mendesak aliansi militer tersebut untuk menunjukkan keberanian dengan mengirimkan armada laut ke Selat Hormuz jalur vital perdagangan energi dunia yang kini terganggu akibat konflik bersenjata.
Dalam pernyataannya kepada media pada Kamis, 2 April 2026, Trump menyampaikan nada yang tegas sekaligus kontroversial. Ia meminta negara-negara anggota NATO tidak lagi bersikap pasif menghadapi situasi di kawasan strategis tersebut.
“Sudah saatnya mereka bertindak. Kirim kapal-kapal mereka ke sana dan hadapi situasinya,” ujarnya singkat.
Pernyataan itu mencerminkan ketidaksabaran Washington terhadap minimnya keterlibatan sekutu dalam konflik yang melibatkan Iran, terutama setelah eskalasi militer antara AS-Israel dan Teheran. Bahkan, Trump secara terang-terangan menyatakan dirinya tidak bergantung pada NATO.
“Saya tidak peduli. Kami tidak membutuhkan mereka,” ucapnya, menanggapi pertanyaan wartawan terkait hubungan AS dengan aliansi tersebut.
Selat Hormuz Jadi Titik Kritis Energi Dunia
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran paling strategis bagi distribusi minyak global. Setiap harinya, sekitar 20 juta barel minyak mentah melintasi kawasan sempit tersebut. Namun sejak awal Maret, aktivitas pelayaran terganggu akibat konflik bersenjata yang melibatkan Iran.
Gangguan ini memicu kekhawatiran pasar global, termasuk potensi lonjakan harga energi dan ketidakstabilan ekonomi internasional. Washington pun menilai negara-negara yang bergantung pada pasokan energi dari kawasan tersebut harus turut bertanggung jawab menjaga keamanan jalur tersebut.
Trump berulang kali menekankan bahwa negara-negara Eropa dan kawasan Teluk tidak bisa hanya menjadi penonton. Ia menginginkan keterlibatan aktif, baik secara militer maupun logistik.
Retaknya Hubungan dengan NATO
Di tengah tekanan tersebut, hubungan antara AS dan NATO justru menunjukkan tanda-tanda keretakan. Sejumlah negara anggota aliansi mengkritik langkah sepihak Washington yang dinilai memicu konflik tanpa konsultasi sebelumnya.
Sumber diplomatik menyebutkan, keputusan AS melakukan operasi militer bersama Israel terhadap Iran menjadi titik awal ketegangan dengan sekutu Eropa. Mereka menilai tindakan tersebut berisiko menyeret kawasan ke dalam konflik yang lebih luas.
Trump bahkan melontarkan kritik tajam dengan menyebut anggota NATO sebagai “pengecut”. Pernyataan ini mempertegas jarak politik yang semakin melebar antara AS dan aliansi yang selama ini menjadi pilar keamanan Barat.
Wacana Keluar dari NATO Muncul Lagi
Isu lama terkait kemungkinan Amerika Serikat keluar dari NATO kembali mencuat. Trump disebut-sebut mempertimbangkan opsi tersebut, sebagaimana pernah ia singgung pada masa jabatan sebelumnya.
Namun, langkah itu tidak mudah dilakukan. Undang-undang yang disahkan pada 2023 mengatur bahwa presiden tidak dapat menarik AS dari NATO tanpa persetujuan dua pertiga anggota Senat. Artinya, keputusan tersebut membutuhkan dukungan politik yang sangat besar di dalam negeri.
Meski demikian, retorika keras Trump tetap menjadi sinyal kuat bahwa arah kebijakan luar negeri AS berpotensi berubah drastis, terutama dalam konteks aliansi global.
Pertemuan Penting di Washington
Dalam waktu dekat, Trump dijadwalkan akan bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, di Washington. Pertemuan ini diperkirakan menjadi momentum krusial untuk meredakan ketegangan sekaligus menentukan langkah kolektif menghadapi krisis di Selat Hormuz.
Pengamat hubungan internasional menilai, hasil pertemuan tersebut akan sangat menentukan arah stabilitas global ke depan. Jika tidak tercapai kesepahaman, bukan tidak mungkin konflik akan meluas dan memperburuk kondisi geopolitik dunia.
Di tengah situasi yang terus berkembang, tekanan terhadap NATO menjadi ujian nyata bagi soliditas aliansi tersebut. Sementara itu, dunia menunggu apakah diplomasi masih mampu meredam konflik, atau justru sebaliknya.
Baca selengkapnya di JurnalLugas.Com
TJ






