Ebrahim Zolfaghari Iran Hancurkan C-130 AS, Trump Pasti Pilot Selamat

JurnalLugas.Com — Ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah muncul klaim saling bertolak belakang terkait insiden jatuhnya pesawat tempur dan operasi penyelamatan yang menyusul.

Juru bicara markas komando pusat Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, pada Minggu (5/4/2026) menyatakan bahwa pasukan Iran berhasil menggagalkan misi penyelamatan militer AS. Dalam keterangan resminya, ia mengungkapkan bahwa intensitas tembakan dari pasukan Iran menyebabkan sejumlah aset militer AS jatuh di lokasi operasi.

Bacaan Lainnya

Menurut Zolfaghari, investigasi lanjutan di lapangan menunjukkan bahwa dua pesawat angkut jenis Lockheed C-130 Hercules serta dua helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk milik AS berhasil ditembak jatuh. Seluruh insiden ini disebut terjadi saat militer AS berupaya mengevakuasi kopilot dari pesawat tempur F-15E Strike Eagle yang sebelumnya dilaporkan jatuh.

Baca Juga  Ajakan Damai Trump, AS Ajukan 15 Poin ke Iran, Ini Respon Teheran

“Upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil, dan seluruh target udara yang terlibat telah dilumpuhkan,” ujar Zolfaghari dalam pernyataan singkatnya.

Namun, narasi berbeda datang dari Washington. Presiden AS, Donald Trump, justru menyampaikan bahwa operasi penyelamatan berjalan sukses. Ia menegaskan bahwa pilot kedua dari pesawat F-15E telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Trump juga mengungkapkan bahwa operasi tersebut melibatkan puluhan pesawat, menggambarkan skala misi yang cukup besar dan kompleks di wilayah yang belum diungkap secara rinci ke publik.

Perbedaan klaim ini memperlihatkan kabut informasi yang kerap menyelimuti konflik berskala internasional. Hingga kini, belum ada verifikasi independen yang dapat memastikan jumlah kerugian maupun kronologi pasti di lapangan.

Baca Juga  Negosiasi AS-Iran Gagal Total, JD Vance Sebut Iran Paling Rugi

Pengamat militer menilai, insiden ini berpotensi memperkeruh hubungan kedua negara yang selama ini sudah berada dalam tensi tinggi. Selain itu, peristiwa ini juga membuka kemungkinan eskalasi lebih luas jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi.

Situasi masih berkembang dan dunia internasional menunggu klarifikasi lanjutan dari kedua pihak, termasuk kemungkinan keterlibatan organisasi internasional untuk melakukan investigasi netral.

Untuk informasi berita nasional dan internasional terbaru lainnya, kunjungi https://JurnalLugas.Com

(HN)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait