JurnalLugas.Com — Langkah Apple Inc. memasuki pasar ponsel lipat tampaknya tidak berjalan sepenuhnya mulus. Di tengah ambisi menghadirkan inovasi baru, proyek iPhone Fold justru menghadapi tantangan teknis yang membuat jadwal produksinya bergeser.
Sumber industri menyebut, proses produksi massal yang semula dirancang dimulai pada pertengahan 2026 kini harus ditunda hingga awal Agustus. Pergeseran ini bukan tanpa alasan fase uji coba perangkat yang krusial masih menyisakan pekerjaan rumah.
Ujian Teknis Jadi Penentu
Kendala utama disebut terjadi pada tahap Engineering Validation Test (EVT), fase penting untuk memastikan desain awal perangkat dapat berfungsi sesuai ekspektasi dalam kondisi nyata. Meski demikian, sejumlah sumber menilai hambatan ini masih dalam batas wajar untuk produk generasi pertama.
Seorang analis industri yang enggan disebutkan namanya menilai, “Penyesuaian jadwal di tahap awal seperti ini umum terjadi, terutama untuk perangkat dengan form factor baru seperti ponsel lipat.”
Setelah EVT, perangkat masih harus melewati dua tahap krusial lainnya, yakni Design Validation Test (DVT) dan Production Validation Test (PVT) sebelum benar-benar siap diproduksi massal.
Apple Tetap Kejar Target 2026
Meski ada penundaan, Apple belum mengubah target peluncuran. Bahkan, perusahaan disebut belum memberi sinyal revisi jadwal kepada para mitra pemasok.
Pengamat teknologi Mark Gurman, sebelumnya menyebut iPhone Fold masih berada di jalur rilis 2026, kemungkinan berdekatan dengan peluncuran seri iPhone generasi berikutnya.
Namun, laporan berbeda sempat datang dari Nikkei yang mengindikasikan potensi penundaan hingga 2027 akibat kompleksitas teknis. Perbedaan ini menunjukkan bahwa proyek iPhone Fold masih sangat dinamis dan penuh ketidakpastian.
Risiko Kelangkaan di Pasar
Penundaan produksi satu hingga dua bulan mungkin terdengar kecil, tetapi dampaknya bisa signifikan pada ketersediaan unit saat peluncuran. Dengan jadwal yang semakin ketat, kapasitas produksi awal berpotensi terbatas.
Jika skenario ini terjadi, iPhone Fold berisiko menjadi produk “langka” di fase awal cepat habis saat pre-order dan sulit didapat di pasar ritel dalam beberapa bulan pertama.
Spesifikasi dan Harga Premium
Dari sisi desain, iPhone Fold diproyeksikan mengusung layar sekitar 5,5 inci saat dilipat dan melebar hingga 7,8 inci ketika dibuka menempatkannya sebagai perangkat hybrid antara ponsel dan tablet.
Untuk harga, perangkat ini diperkirakan berada di kisaran 2.000 hingga 2.500 dolar AS, menjadikannya salah satu iPhone paling mahal yang pernah dirilis.
Taruhan Besar Apple di Era Foldable
Masuknya Apple ke segmen ponsel lipat bukan sekadar ekspansi produk, melainkan langkah strategis untuk mempertahankan dominasi di pasar premium yang kini mulai dipadati inovasi layar fleksibel.
Namun, dengan tantangan teknis yang masih membayangi, keberhasilan iPhone Fold akan sangat ditentukan oleh kesiapan produksi bukan sekadar momentum peluncuran.
Jika Apple mampu menyeimbangkan kualitas dan ketersediaan, iPhone Fold berpotensi menjadi standar baru di industri. Sebaliknya, keterlambatan kecil hari ini bisa menjadi tekanan besar saat produk akhirnya menyentuh pasar.
Baca berita teknologi lainnya di JurnalLugas.Com
(TT)






