Bunga Pinjaman UMKM Turun Jadi 8 Persen

JurnalLugas.Com – Pemerintah memperkuat komitmen dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kebijakan penurunan bunga pinjaman usaha mikro.

Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha di tengah tantangan ekonomi global.

Bacaan Lainnya

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa bunga pinjaman program Usaha Mikro (UMi) kini diturunkan secara signifikan, dari sebelumnya sekitar 22 persen menjadi hanya 8 persen.

“Presiden Prabowo telah memastikan bunga pinjaman untuk Usaha Mikro bisa turun dari 22 persen menjadi 8 persen sebagai bentuk keberpihakan kepada ekonomi rakyat,” ujar Purbaya saat membuka Pasar Rakyat Usaha Mikro 2026 di Alun-Alun Kidul Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).

Permudah Akses Modal bagi Pelaku Usaha

Menurut Purbaya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Dengan bunga pinjaman yang lebih rendah, pelaku usaha diharapkan memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, hingga membuka lapangan pekerjaan baru.

Pemerintah, kata dia, akan terus menjaga keberlanjutan berbagai program pembiayaan agar pelaku usaha mikro semakin mudah memperoleh modal usaha.

UMKM Dinilai Berperan Menjaga Rupiah

Purbaya juga menilai penguatan sektor UMKM memiliki dampak lebih luas terhadap stabilitas ekonomi nasional, termasuk terhadap nilai tukar rupiah.

Menurutnya, pelemahan rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi sentimen global yang berada di luar kendali pemerintah. Namun, ekonomi domestik yang kuat dapat meningkatkan kepercayaan investor.

“Kalau ekonomi Indonesia terus tumbuh dan UMKM berkembang, kepercayaan investor akan meningkat sehingga dalam jangka panjang turut memperkuat nilai rupiah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa investor cenderung menanamkan modal di negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi stabil serta kondisi sosial dan politik yang kondusif.

Dalam kunjungan kerjanya di Yogyakarta, Menkeu juga membuka Pasar Rakyat UMi 2026 yang menghadirkan sekitar 200 pelaku UMKM binaan Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Beragam produk lokal dipamerkan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memperluas pasar bagi pelaku usaha.

Selain kegiatan promosi, acara tersebut juga diisi dengan pasar sembako murah, perlombaan, hingga hiburan untuk masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen secara langsung sekaligus memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan.

Selain fokus pada penguatan UMKM, Purbaya turut memperkenalkan program Bekalista, sebuah program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas melalui penggunaan becak listrik.

Program tersebut melibatkan puluhan pengayuh becak sebagai penerima manfaat dan didukung oleh ekosistem pendukung berupa stasiun pengisian daya, baterai cadangan, bengkel bergerak, hingga bengkel induk di SMK Negeri 3 Yogyakarta.

Seluruh pembangunan fasilitas Bekalista disebut melibatkan tenaga kerja lokal sehingga turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Pemerintah berharap kombinasi kebijakan pembiayaan murah, penguatan pasar, dan inovasi pemberdayaan masyarakat dapat mempercepat pertumbuhan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Ikuti berita ekonomi, UMKM, dan kebijakan terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.

(Endarto)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Chandra Asri Group Kantongi USD750 Juta dari KKR Capital Markets Ekspansi Energi dan Akuisisi SPBU Esso Singapura

Pos terkait