JurnalLugas.Com – Situasi keamanan di Timur Tengah kembali memanas setelah gelombang ledakan dilaporkan terjadi di sedikitnya lima kota di Iran di tengah berlanjutnya operasi militer Amerika Serikat (AS).
Salah satu insiden yang paling menjadi perhatian terjadi di sekitar fasilitas kesehatan khusus anak di Kota Ahvaz yang memicu proses evakuasi sebagai langkah pengamanan.
Laporan dari sejumlah media Iran menyebut ledakan terdengar di Ahvaz, Chabahar, Bandar Abbas, Rask, dan Konarak.
Menurut media pemerintah Iran, serangan terjadi di dekat rumah sakit kanker anak di Ahvaz sehingga pasien dan tenaga medis dievakuasi dari area tersebut.
Hingga kini belum ada konfirmasi independen mengenai tingkat kerusakan maupun jumlah korban di lokasi.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi pihaknya kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran militer Iran.
Washington menyatakan operasi tersebut bertujuan mengurangi kemampuan militer Iran yang dinilai dapat mengancam keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Di sisi lain, pemerintah Iran menilai aksi militer tersebut sebagai bentuk eskalasi yang memperburuk situasi kawasan.
Otoritas Teheran juga menyebut serangan telah menyasar beberapa wilayah strategis di bagian selatan negara itu.
“Kami berada dalam perang yang menyangkut keberlangsungan negara, namun diplomasi tetap menjadi bagian dari strategi untuk melindungi kepentingan nasional,” ujar Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Ketegangan kedua negara semakin meningkat akibat perselisihan terkait keamanan di Selat Hormuz.
Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute paling vital bagi distribusi minyak dan gas dunia sehingga setiap eskalasi konflik berpotensi memengaruhi stabilitas energi global.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menegaskan operasi militer akan terus dilakukan hingga Iran bersedia kembali ke meja perundingan.
Sementara itu, Teheran menegaskan pembicaraan akan sulit dilakukan selama aksi militer masih berlangsung.
Sejumlah laporan juga menyebut adanya korban dari kalangan militer maupun warga sipil dalam rangkaian serangan beberapa hari terakhir.
Namun, hingga kini sebagian informasi tersebut masih menunggu verifikasi lebih lanjut dari berbagai pihak yang terlibat.
Meningkatnya konfrontasi antara Washington dan Teheran memicu kekhawatiran masyarakat internasional terhadap potensi meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Berbagai negara terus mendorong penyelesaian melalui jalur diplomasi guna mencegah eskalasi yang lebih luas.
Baca berita internasional dan informasi terbaru lainnya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






