Bernie Sanders Blokir Penjualan Senjata Israel Demokrat Mulai Berbalik

JurnalLugas.Com — Dinamika politik di Senat Amerika Serikat memasuki babak baru. Kekhawatiran atas potensi eskalasi perang dengan Iran mulai menggoyahkan sikap sejumlah senator Partai Demokrat terhadap dukungan militer untuk Israel sebuah isu yang selama ini relatif solid di internal partai tersebut.

Dalam pemungutan suara pada pertengahan April, upaya untuk menghentikan penjualan senjata tertentu ke Israel memang gagal. Namun, angka dukungan yang meningkat dari kubu Demokrat menunjukkan pergeseran signifikan. Jika sebelumnya hanya sebagian kecil yang mendukung pembatasan, kini jumlahnya melonjak tajam menandakan adanya kegelisahan yang makin meluas di Capitol Hill.

Bacaan Lainnya

Langkah ini dipelopori oleh Bernie Sanders, senator independen dari Vermont yang selama bertahun-tahun vokal mengkritik bantuan militer besar AS kepada Israel. Namun yang mengejutkan, sejumlah senator Demokrat yang sebelumnya menolak gagasan tersebut kini ikut mendukung pembatasan penjualan alat berat militer dan bom berdaya ledak tinggi.

Dalam voting terbaru, puluhan senator Demokrat mendukung pembahasan rancangan undang-undang untuk memblokir penjualan bom seberat 1.000 pon serta buldoser lapis baja alat yang disebut-sebut telah digunakan dalam operasi militer Israel di wilayah sipil seperti Gaza dan Lebanon. Meski gagal lolos, dukungan yang meningkat tajam menjadi sinyal perubahan arah politik.

Di sisi lain, Partai Republik secara kompak menolak langkah tersebut. Mereka menilai pembatasan ini berisiko melemahkan posisi Israel sebagai sekutu utama AS di Timur Tengah, terutama di tengah ketegangan dengan Iran.

Perdebatan ini tak lepas dari kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump yang dinilai oleh sebagian Demokrat telah memperluas konflik tanpa persetujuan Kongres. Senator Chris Van Hollen menegaskan bahwa Kongres harus mengambil peran lebih tegas.

“Jika kita ingin mengendalikan kebijakan perang yang tidak sah, maka kita juga harus menghentikan aliran dukungan militer yang memperkuat konflik tersebut,” ujarnya dalam pernyataan.

Kekhawatiran ini juga disuarakan oleh senator seperti Alex Padilla dan Adam Schiff yang menilai keterlibatan AS dalam konflik yang meluas ke Iran tidak memiliki arah strategis yang jelas.

Sementara itu, perkembangan di lapangan memperburuk tekanan politik. Operasi militer Israel di Lebanon dilaporkan telah menewaskan ribuan orang, termasuk warga sipil. Kritik terhadap pemerintah Benjamin Netanyahu pun semakin keras, terutama terkait ekspansi operasi militer di kawasan.

Sanders secara terbuka menyebut bahwa dukungan tanpa syarat dari AS berpotensi memperparah krisis kemanusiaan. Ia juga memperingatkan bahwa konflik regional bisa semakin meluas jika tidak ada pengawasan ketat dari Kongres.

Namun, kubu Republik memiliki pandangan berbeda. Senator Jim Risch menilai upaya pembatasan senjata justru akan mengirim sinyal kelemahan kepada Iran dan merusak kredibilitas Amerika di mata sekutu.

Perdebatan ini menegaskan satu hal: isu Israel tidak lagi menjadi konsensus mutlak di Washington. Dengan meningkatnya risiko konflik regional, tekanan terhadap kebijakan luar negeri AS dipastikan akan terus menguat dan Senat kini menjadi arena utama pertarungan arah tersebut.

Baca selengkapnya di: https://JurnalLugas.Com

(HD)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait