JurnalLugas.Com – Di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap dampak penggunaan perangkat digital pada anak-anak, pemerintah Singapura mengambil langkah strategis dengan meluncurkan gerakan nasional yang mendorong keluarga membangun kebiasaan digital yang lebih sehat sejak usia dini.
Inisiatif bertajuk “Screen Smart From The Start” resmi diperkenalkan sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk membantu orang tua menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks. Program tersebut menempatkan keluarga sebagai pusat pembentukan perilaku penggunaan teknologi yang bertanggung jawab.
Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, menegaskan bahwa perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, namun juga menghadirkan risiko baru yang perlu diantisipasi sejak awal. Menurutnya, anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang jauh berbeda dibanding generasi sebelumnya.
“Teknologi kini lebih menarik dan lebih sulit dilepaskan. Karena itu, kebiasaan digital yang sehat harus dibangun sejak usia muda,” ujar Wong dalam pernyataan singkatnya, Minggu 31 Mei 2026.
Orang Tua Dibekali Panduan Praktis
Melalui kampanye tersebut, pemerintah menyediakan berbagai sumber informasi yang dapat diakses keluarga untuk membantu mengatur penggunaan perangkat digital anak sesuai tahapan usia.
Panduan yang tersedia mencakup kelompok usia balita hingga remaja, sehingga orang tua dapat memahami pendekatan yang paling tepat dalam mengenalkan teknologi tanpa mengorbankan tumbuh kembang anak.
Selain memberikan rekomendasi mengenai durasi penggunaan layar, panduan itu juga memuat cara memilih konten yang aman, menghindari paparan materi yang tidak sesuai usia, serta membangun aturan keluarga terkait penggunaan perangkat elektronik di rumah.
Para orang tua juga didorong untuk lebih aktif berdialog dengan anak mengenai aktivitas digital mereka, termasuk media sosial, permainan daring, dan berbagai bentuk interaksi di internet.
Waktu Keluarga Tanpa Ponsel Jadi Prioritas
Salah satu pesan utama yang disampaikan pemerintah adalah pentingnya menciptakan ruang bebas gawai dalam kehidupan sehari-hari.
Wong menilai momen makan bersama keluarga seharusnya menjadi waktu untuk berinteraksi secara langsung tanpa gangguan layar ponsel. Ia juga mengingatkan agar perangkat digital tidak dibawa ke kamar tidur anak karena berpotensi mengganggu kualitas istirahat dan memicu penggunaan hingga larut malam.
Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu membangun keseimbangan antara aktivitas daring dan kehidupan sosial di dunia nyata.
“Anak-anak membutuhkan teladan dari orang tua. Kebiasaan sehat akan lebih mudah terbentuk jika seluruh anggota keluarga menerapkannya bersama,” kata Wong.
Aktivitas Luring Didorong Semakin Banyak
Sebagai bagian dari kampanye nasional, keluarga juga akan diperkenalkan pada beragam aktivitas luring yang mudah diikuti selama masa liburan sekolah maupun akhir pekan.
Program ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada layar dengan mendorong anak-anak lebih aktif melakukan kegiatan fisik, berinteraksi sosial, serta mengeksplorasi lingkungan sekitar.
Pengamat pendidikan menilai langkah Singapura mencerminkan semakin besarnya perhatian pemerintah di berbagai negara terhadap isu kesehatan digital anak. Penggunaan perangkat yang berlebihan diketahui dapat memengaruhi kualitas tidur, konsentrasi belajar, hingga kesehatan mental apabila tidak dikelola dengan baik.
Dengan gerakan nasional tersebut, Singapura berharap dapat membangun generasi yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca berita dan informasi menarik lainnya di JurnalLugas.Com
(Dahlan)






