SpaceX Siapkan Alokasi Saham Khusus Jelang IPO Raksasa, Valuasi Diproyeksi Tembus USD2 Triliun

JurnalLugas.Com – Langkah SpaceX menuju pasar modal semakin jelas. Perusahaan teknologi antariksa milik Elon Musk tersebut dikabarkan menyiapkan skema khusus dalam penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) yang akan datang dengan memberikan kesempatan kepada kelompok tertentu untuk memperoleh saham lebih awal.

Berdasarkan dokumen terbaru yang diajukan perusahaan, SpaceX berencana mengalokasikan hingga lima persen saham Kelas A bagi karyawan terpilih serta kerabat dan kenalan dari jajaran eksekutif perusahaan. Program tersebut menjadi bagian dari strategi distribusi saham sebelum perusahaan resmi melantai di bursa.

Bacaan Lainnya

Kebijakan ini menarik perhatian pasar karena peserta yang masuk dalam kategori “teman dan keluarga” disebut tidak akan terikat aturan lock-up sebagaimana lazim diterapkan dalam IPO. Umumnya, investor yang memperoleh saham pada tahap awal diwajibkan menahan kepemilikannya selama periode tertentu sebelum dapat menjual saham tersebut ke publik.

Meski demikian, SpaceX tetap menerapkan pembatasan ketat terhadap sebagian besar pemegang saham lama. Dalam dokumen yang sama, perusahaan menjelaskan bahwa lebih dari 60 persen saham yang telah beredar sebelum IPO akan dikenakan masa penguncian yang lebih panjang. Kepemilikan Elon Musk sebagai pemegang saham terbesar juga termasuk dalam kategori tersebut.

Baca Juga  PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) Resmi Memulai IPO Saham Berikut Jadwal Penawarannya

Ambisi Valuasi Tertinggi di Dunia

Minat investor terhadap IPO SpaceX diperkirakan sangat besar. Sejumlah laporan industri menyebut perusahaan membidik valuasi minimal USD1,8 triliun saat memasuki pasar saham. Bahkan beberapa sumber pasar sebelumnya mengindikasikan target nilai perusahaan dapat melampaui USD2 triliun.

Jika terealisasi, angka tersebut berpotensi menjadikan SpaceX sebagai salah satu perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia sejak hari pertama pencatatan sahamnya.

Analis menilai tingginya valuasi didorong oleh dominasi SpaceX dalam layanan peluncuran satelit, pengembangan sistem transportasi luar angkasa, hingga ekspansi jaringan internet berbasis satelit Starlink yang terus berkembang di berbagai negara.

Kontrak Militer Bernilai Miliaran Dolar

Di tengah persiapan menuju IPO, SpaceX juga mendapatkan dorongan signifikan dari sektor pertahanan Amerika Serikat. Angkatan Luar Angkasa AS baru-baru ini memberikan kontrak bernilai USD4,16 miliar kepada perusahaan tersebut untuk mendukung pengembangan sistem pemantauan target dari luar angkasa.

Program yang dikenal sebagai Space-Based Advanced Moving Target Indicator (SBAMTI) dirancang untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan pelacakan objek bergerak melalui integrasi berbagai teknologi berbasis satelit.

Baca Juga  PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) Siap Melantai di Bursa Efek Indonesia

Sistem tersebut menggabungkan sensor antariksa, jaringan komunikasi aman, serta pusat pemrosesan data di darat. Tujuannya adalah mempercepat pertukaran informasi dan memperkuat koordinasi antara berbagai elemen industri luar angkasa dan pertahanan pemerintah Amerika Serikat.

Kontrak jumbo tersebut semakin memperkuat posisi SpaceX sebagai pemain utama dalam sektor teknologi antariksa komersial sekaligus mitra strategis pemerintah AS dalam pengembangan sistem keamanan generasi berikutnya.

Dengan kombinasi kinerja bisnis yang terus tumbuh, ekspansi proyek luar angkasa, serta dukungan kontrak pertahanan bernilai besar, IPO SpaceX diperkirakan menjadi salah satu peristiwa paling dinanti pasar global dalam beberapa tahun terakhir.

Baca berita teknologi dan ekonomi global lainnya hanya di JurnalLugas.Com

(Hans)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait