Hana Bank Catat Laba Rp611 Miliar di 2025, Dorong Pertumbuhan Kredit

JurnalLugas.Com — Kinerja keuangan PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) sepanjang 2025 menunjukkan tren penguatan yang solid di tengah dinamika ekonomi global. Bank asal Korea Selatan tersebut mencatatkan laba bersih sebesar Rp611 miliar, tumbuh 17,63 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level Rp519,43 miliar.

Capaian tersebut tidak hanya melampaui target internal perusahaan, tetapi juga mempertegas posisi Hana Bank sebagai salah satu institusi perbankan yang mampu menjaga stabilitas profitabilitas di tengah ketidakpastian pasar.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama Hana Bank, Yung Ryul Ko, menyebutkan bahwa kinerja positif ini merupakan hasil dari strategi bisnis yang disiplin serta manajemen risiko yang dijalankan secara hati-hati.

“Pertumbuhan ini mencerminkan strategi yang tepat dan kehati-hatian dalam pengelolaan risiko. Kami optimistis momentum ini bisa terus berlanjut,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Pendapatan Bunga dan Intermediasi Menguat

Dari sisi pendapatan, Hana Bank mencatat kenaikan pendapatan bunga bersih menjadi Rp1,8 triliun pada 2025, naik tipis 0,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski pertumbuhan relatif moderat, stabilitas ini menunjukkan daya tahan bisnis inti bank.

Sementara itu, fungsi intermediasi perbankan juga mengalami penguatan. Penyaluran kredit meningkat 8,14 persen secara tahunan menjadi Rp40,14 triliun. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh segmen korporasi yang masih menjadi motor utama permintaan pembiayaan, khususnya pada kredit modal kerja dan fasilitas sindikasi.

Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8,36 persen menjadi Rp29,18 triliun. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan dana giro dan deposito berjangka yang menunjukkan kepercayaan nasabah tetap terjaga.

Kualitas Aset Tetap Terjaga di Level Rendah

Di tengah ekspansi kredit, Hana Bank berhasil menjaga kualitas aset tetap sehat. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat rendah, dengan NPL gross 0,68 persen dan NPL net 0,24 persen.

Angka ini bahkan berada jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional yang dilaporkan otoritas terkait, menunjukkan pendekatan selektif dalam penyaluran kredit tetap berjalan efektif.

Inovasi Produk dan Penguatan Layanan

Sepanjang 2025, Hana Bank juga memperkuat ekosistem layanan melalui sejumlah inovasi produk. Dua produk simpanan baru, Goal Savings dan Flexi Deposit, diluncurkan untuk menjawab kebutuhan nasabah yang semakin beragam, khususnya dalam pengelolaan dana jangka pendek dan perencanaan finansial.

Selain itu, bank juga memperluas kemitraan di sektor wealth management guna memberikan akses investasi yang lebih variatif bagi nasabah ritel maupun korporasi.

Fokus pada Pembiayaan Berkelanjutan

Sejalan dengan tren global perbankan hijau, Hana Bank memperkuat komitmen pada pembiayaan berkelanjutan. Portofolio pembiayaan yang mendukung sektor ramah lingkungan dan UMKM tercatat mencapai Rp5,19 triliun, naik 12,27 persen secara tahunan.

Kontribusi pembiayaan berkelanjutan tersebut kini mencapai 12,92 persen dari total kredit, mencakup sektor seperti pengelolaan air, limbah, hingga usaha yang mendorong efisiensi sumber daya dan pengurangan polusi.

Prospek 2026 dan Arah Strategis

Melihat kinerja yang solid sepanjang 2025, Hana Bank memasuki 2026 dengan optimisme tinggi. Fokus perusahaan ke depan diarahkan pada penguatan solusi keuangan yang lebih relevan di seluruh segmen nasabah, sekaligus memperluas pembiayaan pada sektor-sektor strategis yang berkelanjutan.

Dengan kombinasi pertumbuhan kredit yang stabil, kualitas aset yang terjaga, serta inovasi produk yang terus berkembang, Hana Bank menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain perbankan yang adaptif di tengah perubahan lanskap ekonomi.

Sumber referensi tambahan: JurnalLugas.Com

(SP)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait