JurnalLugas.Com – Kasus perampokan disertai kekerasan yang merenggut nyawa seorang warga di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, terus didalami aparat kepolisian. Penanganan perkara ini menjadi atensi serius jajaran Polda Riau yang kini bergerak cepat memburu pelaku.
Sejumlah langkah investigatif telah dilakukan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga pengumpulan keterangan saksi. Polisi juga mengamankan berbagai barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi brutal tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Riau, Zahwani Pandra Arsyad, mengungkapkan bahwa kejadian berlangsung dengan pola yang cukup terencana. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban didatangi oleh beberapa orang, termasuk sosok yang dikenal dekat dengan lingkungan keluarga.
“Korban sempat berinteraksi dengan salah satu pelaku. Situasi berubah cepat ketika pelaku lain melakukan penyerangan menggunakan benda keras hingga korban tak sadarkan diri,” ujarnya singkat, Sabtu (2/5/2026).
Tak hanya menghilangkan nyawa korban, pelaku juga membawa kabur sejumlah barang berharga. Di antaranya kalung emas sekitar 15 gram, cincin pernikahan seberat 12 gram, serta uang tunai dalam mata uang asing.
Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi di lokasi tersebut. Polisi menemukan indikasi adanya percobaan pembobolan sebelumnya, tepatnya sehari sebelum kejadian utama. Hal ini diperkuat oleh rekaman kamera pengawas yang kini menjadi salah satu kunci utama dalam pengungkapan kasus.
Dari analisis rekaman CCTV, penyidik telah mengidentifikasi satu orang yang diduga kuat terlibat. Meski demikian, kepolisian masih berhati-hati dan terus mengumpulkan bukti tambahan sebelum menetapkan status tersangka.
“Petunjuk sudah mengarah, tapi kami butuh penguatan alat bukti agar proses hukum berjalan solid,” kata Pandra.
Kasus ini juga mendapat perhatian langsung dari Kapolda Riau, Herry Heryawan. Ia disebut meminta jajarannya bekerja maksimal untuk mengungkap motif serta kemungkinan keterlibatan pelaku lain.
Sejauh ini, sedikitnya empat saksi telah dimintai keterangan guna memperjelas rangkaian peristiwa. Polisi pun membuka ruang partisipasi masyarakat dalam membantu pengungkapan kasus ini.
Warga yang memiliki informasi diminta segera melapor melalui layanan kepolisian atau call center 110. Identitas pelapor dijamin kerahasiaannya.
“Kami tidak akan berhenti sampai pelaku tertangkap. Ini komitmen kami untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegas Pandra.
Kasus perampokan maut ini menjadi pengingat serius akan pentingnya kewaspadaan lingkungan serta sistem keamanan rumah yang memadai. Di sisi lain, aparat penegak hukum dituntut untuk bergerak cepat dan presisi demi mengungkap kejahatan yang meresahkan publik.
Untuk informasi dan update berita terkini lainnya, kunjungi JurnalLugas.Com.
(BW)






