Harga Beras Dalam Negeri Masih Mahal, Pemerintah Tetap Ngotot Jual 200 Ribu Ton ke Malaysia

JurnalLugas.Com – Di tengah keluhan masyarakat terkait harga beras yang belum juga turun di sejumlah daerah, pemerintah justru terus mematangkan rencana ekspor beras ke Malaysia.

Kebijakan tersebut memunculkan pertanyaan publik karena harga beras di pasar domestik masih berada pada level yang relatif tinggi, sementara pasokan untuk kebutuhan nasional masih menjadi perhatian.

Bacaan Lainnya

Rencana ekspor sebanyak 200 ribu ton beras ke Malaysia kini memasuki tahap pembahasan harga dan volume akhir. Pemerintah melalui Perum Bulog dan Kementerian Pertanian bahkan bersiap melakukan pertemuan lanjutan dengan otoritas di Sarawak, Malaysia, guna memfinalisasi kesepakatan perdagangan tersebut.

Yang menjadi sorotan, harga beras ekspor yang ditawarkan Indonesia disebut berada di Rp16.000 per kilogram. Angka itu selisih sedikit dibanding Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium yang saat ini berada pada kisaran Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram, tergantung wilayah penjualan.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa penetapan harga ekspor dilakukan agar memberikan keuntungan bagi negara dan petani. Menurutnya, arahan pemerintah adalah memastikan ekspor menghasilkan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan penjualan di pasar domestik.

“Ekspor harus memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan petani, kalau cuma selisih sedikit ngapain di jual ke Malaysia, kalau mau Rp20 ribu per kilo kalau tak mau sudah, apa yang dicari pemerintah, hargai petani,” ujarnya, Senin 08 Juni 2026.

Baca Juga  Klaim Mentan Harga Beras Sudah Turun Amran Stok Aman Tanpa Impor

Harga Beras Masih Menjadi Keluhan Masyarakat

Di berbagai daerah, harga beras masih menjadi salah satu komponen utama yang menyumbang tingginya pengeluaran rumah tangga. Meskipun produksi nasional mengalami peningkatan dibanding beberapa tahun sebelumnya, harga di tingkat konsumen belum sepenuhnya kembali ke level yang diharapkan masyarakat.

Kondisi ini memunculkan perdebatan mengenai prioritas kebijakan pangan nasional. Sebagian kalangan menilai stabilisasi harga di dalam negeri seharusnya menjadi fokus utama sebelum pemerintah memperluas pasar ekspor.

Pengamat pangan menilai ekspor memang dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan pendapatan petani, namun pemerintah juga harus memastikan ketersediaan stok dan keterjangkauan harga bagi masyarakat tetap terjaga.

Pemerintah Sibuk Standar Ekspor Sudah Dipenuhi

Terlepas dari polemik harga domestik, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan seluruh persyaratan mutu dan keamanan pangan untuk ekspor ke Malaysia telah dipersiapkan.

Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menjelaskan bahwa proses sertifikasi mutu beras dan penerbitan Health Certificate (HC) telah dilakukan sesuai ketentuan negara tujuan.

Pemeriksaan tersebut mencakup kualitas beras kategori premium maupun medium serta pengujian keamanan pangan yang menjadi syarat utama perdagangan internasional.

Baca Juga  Update Terbaru Harga Pangan Cabai & Daging Sapi Turun, Beras Naik

Menurut Andriko, sampel beras yang akan diekspor telah melalui tahapan pengujian dan dinyatakan memenuhi standar yang dibutuhkan Malaysia.

Dilema Ekspor dan Stabilitas Harga Domestik

Rencana ekspor beras Indonesia ke Malaysia menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar luar negeri terhadap kualitas produksi nasional. Namun di sisi lain, kebijakan tersebut juga menghadirkan dilema ketika harga beras di pasar domestik masih belum sepenuhnya stabil.

Pemerintah menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara peluang memperoleh devisa dari ekspor dan kewajiban memastikan masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau.

Jika kesepakatan ekspor terealisasi dengan harga di atas Rp16.000 per kilogram, pemerintah dituntut memberikan harga beras ke masyarakat Rp10.000 per kilogram, dan membuktikan bahwa pengiriman beras ke luar negeri tidak akan mengganggu pasokan maupun memperburuk tekanan harga di dalam negeri.

Masyarakat kini menunggu langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga beras nasional, di saat peluang ekspor bernilai tinggi mulai terbuka lebar di pasar regional.

Sumber berita dan informasi nasional lainnya dapat dibaca di JurnalLugas.Com

(Soefriyanto)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait