Kebiasaan Sehari-hari Bisa Merusak Smartphone Sering Diabaikan

JurnalLugas.Com – Smartphone telah menjadi bagian penting dalam kehidupan modern. Mulai dari bekerja, berkomunikasi, hingga mengakses informasi, hampir seluruh aktivitas kini bergantung pada perangkat pintar tersebut.

Namun tanpa disadari, banyak pengguna justru melakukan kebiasaan yang dapat mempercepat kerusakan smartphone.

Bacaan Lainnya

Dampaknya tidak selalu terlihat secara langsung, tetapi dalam jangka panjang dapat menurunkan performa perangkat, mempercepat kerusakan baterai, hingga mempersingkat usia pakai ponsel.

Pakar teknologi mengingatkan bahwa umur smartphone tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi dan merek, melainkan juga cara pengguna merawatnya setiap hari.

“Perawatan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga kinerja perangkat tetap optimal lebih lama,” ujar seorang analis teknologi dalam berbagai panduan perawatan perangkat digital, Minggu 21 Juni 2026.

Berikut lima kebiasaan yang diam-diam dapat merusak smartphone:

1. Menggunakan Ponsel Saat Sedang Mengisi Daya

Banyak orang tetap bermain gim, menonton video, atau melakukan panggilan video ketika smartphone sedang diisi daya. Kebiasaan ini membuat suhu perangkat meningkat lebih cepat.

Baca Juga  Infinix Note 60 Pro Tampil Berbeda, Bawa Panel Interaktif Premium

Panas berlebih dapat mempercepat degradasi baterai dan berpotensi memengaruhi komponen internal lainnya.

Jika dilakukan terus-menerus, kapasitas baterai bisa menurun lebih cepat dibandingkan penggunaan normal.

2. Membiarkan Memori Penyimpanan Hampir Penuh

Penyimpanan yang penuh tidak hanya membuat smartphone terasa lambat, tetapi juga meningkatkan beban kerja sistem.

Ketika ruang kosong semakin sedikit, perangkat membutuhkan waktu lebih lama untuk membaca dan menulis data.

Akibatnya aplikasi sering mengalami lag, proses pembaruan terganggu, dan performa keseluruhan menurun.

Idealnya, sisakan ruang kosong sekitar 15 hingga 20 persen dari kapasitas penyimpanan agar sistem dapat bekerja lebih optimal.

3. Mengabaikan Pembaruan Sistem dan Aplikasi

Banyak pengguna menunda pembaruan karena khawatir kuota internet berkurang atau prosesnya dianggap merepotkan.

Padahal, pembaruan sistem operasi dan aplikasi biasanya membawa perbaikan keamanan, peningkatan stabilitas, serta optimalisasi kinerja perangkat.

Jika terus diabaikan, smartphone menjadi lebih rentan terhadap gangguan keamanan dan berbagai bug yang dapat mengganggu kenyamanan penggunaan.

4. Mengisi Daya Menggunakan Aksesori Tidak Berkualitas

Penggunaan charger atau kabel data yang tidak sesuai standar dapat memengaruhi kesehatan baterai.

Aksesori berkualitas rendah berpotensi menghasilkan arus listrik yang tidak stabil. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut dapat menyebabkan pengisian daya menjadi lambat, baterai cepat rusak, bahkan meningkatkan risiko kerusakan perangkat.

Baca Juga  Oppo Find X9s Meluncur, Bawa Chipset Dimensity 9500s dan Baterai 7.025mAh

Karena itu, pengguna disarankan menggunakan charger resmi atau aksesori yang telah memiliki sertifikasi keamanan.

5. Jarang Membersihkan Smartphone

Debu dan kotoran yang menumpuk pada lubang pengisian daya, speaker, maupun mikrofon sering dianggap sepele.

Padahal, penumpukan partikel kecil dapat mengganggu fungsi perangkat dan memengaruhi kualitas suara maupun proses pengisian daya.

Membersihkan smartphone secara berkala menggunakan alat yang aman dapat membantu menjaga performa perangkat tetap optimal.

Smartphone Awet Berawal dari Kebiasaan Sederhana

Merawat smartphone tidak selalu membutuhkan biaya besar. Sebagian besar langkah pencegahan justru berasal dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari.

Dengan menghindari lima kebiasaan di atas, pengguna dapat memperpanjang usia perangkat, menjaga performa tetap stabil, dan mengurangi risiko kerusakan yang tidak diinginkan.

Kunjungi informasi teknologi dan berita terkini lainnya di JurnalLugas.Com.

(Tirta)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait