JurnalLugas.Com – Harga beras di tingkat pedagang eceran nasional terpantau masih relatif stabil namun dinilai masyarakat masih terlalu mahal disaat Pemerintah Klaim Swasembada Beras, Jumat, 3 Juli 2026.
Di tengah fluktuasi sejumlah komoditas pangan, beras berbagai kualitas belum menunjukkan perubahan signifikan sehingga tetap menjadi kabar baik bagi masyarakat.
Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia memperlihatkan harga beras masih bergerak dalam kisaran yang terkendali, sementara komoditas hortikultura seperti cabai rawit merah tetap menjadi penyumbang harga tertinggi.
Berdasarkan pemantauan tersebut, beras kualitas bawah I diperdagangkan rata-rata Rp14.700 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II berada di Rp14.500 per kilogram.
Untuk kategori menengah, beras kualitas medium I tercatat Rp16.350 per kilogram, sementara beras kualitas medium II dijual sekitar Rp16.100 per kilogram.
Adapun beras premium masih menjadi pilihan dengan harga tertinggi. Beras kualitas super I berada di angka Rp17.650 per kilogram, sedangkan beras kualitas super II tercatat Rp17.150 per kilogram.
Seorang sumber dari PIHPS menjelaskan bahwa pemantauan harga dilakukan secara rutin sebagai acuan perkembangan pangan nasional.
Data tersebut menjadi indikator penting bagi pemerintah dan masyarakat dalam melihat dinamika harga kebutuhan pokok.
Cabai Rawit Merah Masih Paling Mahal
Di luar komoditas beras, harga cabai rawit merah kembali menempati posisi tertinggi di kelompok sayuran dengan rata-rata Rp63.200 per kilogram.
Sementara itu, cabai merah keriting dijual Rp51.050 per kilogram, cabai merah besar mencapai Rp50.950 per kilogram, sedangkan cabai rawit hijau berada di kisaran Rp50.200 per kilogram.
Untuk kelompok bumbu dapur, bawang merah tercatat Rp47.950 per kilogram, sedangkan bawang putih dijual sekitar Rp44.050 per kilogram.
Harga Telur, Daging, dan Gula Relatif Terkendali
Komoditas protein hewani juga masih bergerak stabil. Telur ayam ras dipasarkan dengan harga rata-rata Rp29.150 per kilogram.
Sementara itu, daging ayam ras segar berada di kisaran Rp36.600 per kilogram.
Untuk daging sapi, kualitas I tercatat Rp150.250 per kilogram, sedangkan kualitas II berada di level Rp141.300 per kilogram.
Di kelompok bahan pemanis, gula pasir premium dijual Rp20.300 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di angka Rp19.050 per kilogram.
Harga Minyak Goreng Masih Bertahan
Harga minyak goreng nasional juga belum mengalami perubahan berarti.
PIHPS mencatat minyak goreng curah berada di kisaran Rp20.550 per liter. Untuk produk kemasan, minyak goreng bermerek I dipasarkan sekitar Rp24.250 per liter, sedangkan minyak goreng bermerek II dijual Rp23.400 per liter.
Perkembangan harga pangan akan terus menjadi perhatian mengingat kebutuhan masyarakat yang tinggi serta pengaruh kondisi pasokan dan distribusi di berbagai daerah.
Pemantauan rutin diharapkan dapat menjadi acuan bagi konsumen maupun pelaku usaha dalam mengambil keputusan di pasar.
Ikuti informasi terbaru seputar harga pangan, ekonomi, dan kebijakan nasional hanya di JurnalLugas.Com.
(Endarto)






