JurnalLugas.Com — Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada Senin (10/8/2026) terus memperlihatkan besarnya dampak bencana. Hingga Jumat (14/8) waktu setempat, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan telah mencapai 287 orang.
Selain korban jiwa, sebanyak 3.975 orang mengalami luka-luka akibat gempa yang melanda sejumlah wilayah di negara tersebut. Data terbaru itu disampaikan Unit Nasional Pengelolaan Risiko Bencana (UNGRD) Kolombia dalam laporan perkembangannya.
Bencana tersebut tidak hanya menimbulkan korban manusia, tetapi juga menyebabkan kerusakan luas terhadap fasilitas publik dan infrastruktur. UNGRD mencatat dampak gempa telah menjangkau 15 departemen serta 437 munisipalitas.
Jumlah warga yang terdampak juga sangat besar. Sedikitnya 56.448 keluarga atau sekitar 135.179 orang dilaporkan merasakan langsung dampak bencana tersebut.
Di tengah proses pencarian dan penanganan korban, masih terdapat 378 orang yang dilaporkan hilang. Sementara itu, tim penyelamat telah berhasil mengevakuasi dan menyelamatkan 354 orang dari lokasi yang terdampak.
Besarnya jumlah korban hilang membuat operasi pencarian masih menjadi salah satu prioritas setelah gempa. Petugas terus melakukan pendataan sekaligus penanganan di sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan.
Kerusakan fasilitas umum juga tercatat cukup parah. UNGRD melaporkan sedikitnya 238 pusat kesehatan terdampak, disusul 2.486 sekolah dan 2.093 pusat komunitas.
Dampak gempa turut mengganggu akses transportasi dan berbagai fasilitas penunjang kehidupan masyarakat. Sebanyak 254 ruas jalan mengalami kerusakan, sementara 87 saluran air ikut terdampak.
Kerusakan juga terjadi pada 50 jembatan kendaraan dan tujuh jembatan yang digunakan pejalan kaki. Selain itu, lima bandar udara dilaporkan mengalami dampak akibat gempa.
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa gempa M7,4 tidak hanya menjadi bencana kemanusiaan, tetapi juga memberikan tekanan besar terhadap infrastruktur dasar di berbagai wilayah Kolombia.
Dengan wilayah terdampak yang mencakup ratusan munisipalitas, proses pemulihan diperkirakan membutuhkan penanganan bertahap.
Pemerintah dan tim kebencanaan harus secara bersamaan menangani korban, mencari warga yang masih hilang, serta memastikan fasilitas kesehatan, pendidikan, transportasi, dan kebutuhan dasar masyarakat dapat kembali berfungsi.
Data korban juga masih berpotensi berubah seiring proses pencarian dan verifikasi di lapangan. Karena itu, perkembangan jumlah korban dan kerusakan terus menjadi perhatian dalam penanganan pascagempa Kolombia.
Gempa yang terjadi pada awal pekan tersebut kini tercatat sebagai salah satu bencana besar yang menimbulkan dampak luas di Kolombia, dengan ratusan korban meninggal, ribuan warga terluka, serta puluhan ribu keluarga terdampak.
Informasi terbaru dan berita lainnya dapat dibaca melalui JurnalLugas.Com.
(Handoko)






