JurnalLugas.Com – Dampak gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela masih menyisakan duka mendalam. Pemerintah setempat melaporkan jumlah korban jiwa terus meningkat, sementara ribuan warga lainnya masih menjalani perawatan akibat luka-luka yang ditimbulkan bencana tersebut.
Berdasarkan pembaruan resmi yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Informasi (MIPPCI) pada Jumat (3/7), korban meninggal dunia kini mencapai 2.645 orang.
Selain itu, 12.666 orang dilaporkan mengalami luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Di tengah proses tanggap darurat yang terus berlangsung, tim penyelamat juga berhasil mengevakuasi 6.462 orang dalam keadaan selamat dari sejumlah wilayah terdampak.
“Pembaruan data menunjukkan 2.645 korban meninggal, 12.666 korban luka, dan 6.462 orang berhasil diselamatkan,” demikian keterangan singkat MIPPCI.
Pemerintah Venezuela bersama aparat penanggulangan bencana masih memfokuskan upaya pencarian di sejumlah lokasi yang diperkirakan masih menyimpan korban.
Operasi penyelamatan dilakukan secara intensif dengan melibatkan personel gabungan serta dukungan berbagai peralatan berat untuk menembus puing-puing bangunan yang runtuh.
Gempa dahsyat tersebut terjadi pada 24 Juni 2026, ketika dua guncangan kuat menggoyang wilayah pesisir utara Venezuela dalam selang waktu yang sangat singkat.
Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 tercatat terjadi pada pukul 18.04 waktu setempat. Hanya berselang sekitar 39 detik, guncangan kedua yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5 kembali mengguncang kawasan tersebut dan memperparah kerusakan.
Kombinasi dua gempa besar dalam waktu kurang dari satu menit menyebabkan banyak bangunan tidak mampu bertahan, sehingga memperbesar risiko runtuhnya infrastruktur di sejumlah kota terdampak.
Hingga kini, pemerintah masih melakukan pendataan terhadap kerusakan fasilitas umum, permukiman warga, serta infrastruktur vital.
Proses distribusi bantuan kemanusiaan juga terus dipercepat untuk memenuhi kebutuhan para penyintas yang mengungsi di berbagai lokasi penampungan.
Otoritas setempat mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mengikuti arahan petugas selama proses penanganan darurat masih berlangsung.
Baca berita internasional terbaru lainnya hanya di JurnalLugas.Com.
(Handoko)






