Perang Iran Bikin Pentagon Berubah Pikiran, Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Bakal Dikurangi?

JurnalLugas.Com — Perang dengan Iran mendorong Amerika Serikat mengevaluasi kembali keberadaan militernya di Timur Tengah. Pentagon disebut tengah mempertimbangkan perubahan postur pasukan, termasuk kemungkinan mengurangi jumlah personel di sejumlah pangkalan kawasan Teluk.

Kajian tersebut muncul setelah beberapa fasilitas militer AS menjadi sasaran serangan Iran dan mengalami kerusakan. Kondisi itu membuka peluang bagi Washington untuk menentukan kembali pangkalan mana yang perlu dibangun ulang dan seperti apa bentuk kehadiran militernya ke depan.

Bacaan Lainnya

Laporan mengenai kajian tersebut menyebut prosesnya melibatkan kantor kebijakan Pentagon bersama Kepala Staf Gabungan dan Komando Pusat AS atau CENTCOM.

Baca Juga  Fix AS Uji Coba Bom Nuklir di Area 52 Nevada, Publik Perang Nuklir Dimulai

Namun, seorang pejabat senior Pentagon menegaskan Menteri Pertahanan Pete Hegseth belum memberikan perintah untuk melakukan kajian resmi. Menurutnya, langkah yang berlangsung lebih merupakan persiapan untuk membantu pemerintah mengambil keputusan mengenai fasilitas militer yang terdampak.

“Ini merupakan perencanaan yang bijaksana untuk menentukan keputusan berikutnya,” ujar pejabat tersebut secara singkat.

CENTCOM selama ini mengoperasikan jaringan pasukan AS di berbagai lokasi Timur Tengah. Sekitar 40.000 personel biasanya ditempatkan di hampir 20 lokasi, membentang dari Yordania hingga Oman.

Kehadiran militer Amerika di kawasan tersebut juga diperkuat dengan pengerahan kapal perang, pesawat tempur dan sistem pertahanan udara. Sejumlah pangkalan permanen terbesar berada di negara-negara Teluk, termasuk Bahrain yang menjadi markas Armada Kelima AS serta fasilitas militer di Kuwait.

Perubahan postur militer tersebut dapat menjadi salah satu dampak penting dari konflik AS-Iran. Kerusakan pangkalan dan meningkatnya risiko serangan membuat Washington harus menghitung kembali kebutuhan pasukan, keamanan fasilitas serta biaya mempertahankan kehadiran militernya di Timur Tengah.

Jika sebagian pangkalan tidak dibangun kembali seperti sebelumnya, keputusan tersebut berpotensi mengubah pola kehadiran militer Amerika di kawasan yang selama puluhan tahun menjadi salah satu pusat strategis kebijakan pertahanan Washington.

Baca informasi internasional lainnya hanya di JurnalLugas.Com.

(Handoko)

Tombol Google News - JurnalLugas

Pos terkait