JurnalLugas.Com – Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Amerika Serikat terus menelan korban jiwa sekaligus mengganggu aktivitas masyarakat.
Temperatur tinggi yang menyelimuti kawasan Deep South, Midwest, hingga Pesisir Timur memicu kondisi darurat di berbagai negara bagian, bahkan memecahkan rekor suhu yang telah bertahan lebih dari satu abad.
Laporan terbaru menunjukkan sedikitnya 25 orang meninggal dunia akibat cuaca panas yang berlangsung selama beberapa hari terakhir.
Angka tersebut diperkirakan masih dapat bertambah seiring proses pendataan yang dilakukan otoritas kesehatan setempat.
Pejabat kesehatan New Jersey, Dalya Eweis, mengungkapkan jumlah korban meninggal di wilayahnya kembali meningkat.
“Kasus kematian akibat paparan panas terus bertambah berdasarkan hasil verifikasi terbaru,” ujar Eweis dalam keterangan yang dikutip media setempat.
New Jersey Jadi Wilayah dengan Korban Terbanyak
New Jersey menjadi negara bagian dengan dampak paling besar dalam gelombang panas kali ini. Sebanyak 22 kematian tercatat terjadi di wilayah tersebut.
Sementara itu, Illinois melaporkan satu korban meninggal, sedangkan Mississippi mencatat dua kematian yang dikaitkan dengan suhu ekstrem.
Otoritas kesehatan mengingatkan bahwa kelompok lanjut usia, anak-anak, pekerja luar ruangan, hingga masyarakat dengan penyakit kronis menjadi kelompok paling rentan mengalami gangguan kesehatan akibat suhu tinggi.
Washington Pecahkan Rekor Suhu Saat Hari Kemerdekaan
Cuaca panas tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memecahkan catatan historis suhu di sejumlah kota besar.
Di Washington, DC, suhu udara mencapai 38,8 derajat Celsius pada peringatan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, 4 Juli 2026. Angka tersebut melampaui rekor yang telah bertahan lebih dari 100 tahun.
Sementara itu, di New York, suhu menyentuh sekitar 38 derajat Celsius beberapa hari sebelumnya. Panas yang luar biasa bahkan dilaporkan menyebabkan permukaan aspal di sejumlah ruas jalan mulai melunak dan mengalami kerusakan.
Ribuan Rumah Kehilangan Listrik
Kondisi cuaca ekstrem diperparah oleh badai petir musim panas yang ikut melanda sejumlah wilayah. Kombinasi suhu tinggi dan cuaca buruk memberikan tekanan besar terhadap jaringan kelistrikan.
Data terbaru menunjukkan sedikitnya 840 ribu rumah dan pelanggan listrik mengalami pemadaman pada Sabtu. Gangguan tersebut membuat masyarakat kesulitan mendapatkan pendingin ruangan di tengah temperatur yang masih sangat tinggi.
Di beberapa kota di kawasan Pesisir Timur, pemerintah daerah juga memilih membatalkan atau menjadwal ulang berbagai kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan demi menjaga keselamatan warga.
Warga Diimbau Waspadai Heat Stroke
Pakar kesehatan mengingatkan bahwa gelombang panas ekstrem dapat memicu heat stroke, dehidrasi, hingga gangguan organ vital apabila tidak segera ditangani.
Masyarakat diminta memperbanyak konsumsi air putih, menghindari aktivitas berat di luar ruangan pada siang hari, serta memanfaatkan tempat berpendingin apabila suhu terus meningkat.
Fenomena cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi juga kembali memunculkan perhatian terhadap pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang berpotensi meningkatkan frekuensi gelombang panas di berbagai belahan dunia.
Baca berita internasional terbaru lainnya hanya di JurnalLugas.Com: https://jurnallugas.com
(Dahlan)






