Iran Tunda Kesepakatan dengan AS, Ini Lima Syarat yang Harus Dipenuhi

JurnalLugas.Com — Ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat memasuki babak baru setelah Teheran menegaskan bahwa proses menuju kesepakatan permanen tidak akan berjalan sebelum sejumlah komitmen awal benar-benar direalisasikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, yang juga memimpin tim negosiasi negaranya.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan bahwa implementasi sejumlah poin penting dalam nota kesepahaman (MoU) perdamaian menjadi syarat utama sebelum pembahasan mengenai kesepakatan final dapat dimulai.

Dalam wawancara yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Selasa (30/6), Qalibaf menjelaskan bahwa pemerintah Iran menginginkan langkah nyata, bukan sekadar komitmen di atas kertas.

“Negosiasi tahap berikutnya hanya dapat berlangsung apabila poin-poin awal dalam MoU telah dijalankan secara konkret,” ujar Qalibaf.

Menurutnya, kunjungan delegasi Iran ke Swiss belum lama ini difokuskan untuk mempercepat implementasi kesepakatan awal yang berkaitan dengan stabilitas kawasan dan kepentingan ekonomi Iran.

Sedikitnya terdapat lima poin yang dinilai menjadi fondasi utama sebelum dialog lanjutan dilakukan.

Kelima poin tersebut meliputi penghentian konflik di berbagai kawasan, termasuk Lebanon, pencabutan blokade laut oleh Amerika Serikat, pembukaan kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, pemberian pengecualian bagi ekspor minyak mentah Iran, serta pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.

Qalibaf menegaskan bahwa kegagalan menjalankan salah satu poin tersebut akan menghambat pelaksanaan kesepakatan berikutnya.

Selain itu, Iran mengungkapkan bahwa bersama Amerika Serikat dan Lebanon telah disepakati pembentukan komite bersama yang bertugas mengawasi pelaksanaan gencatan senjata sekaligus memastikan penghormatan terhadap kedaulatan Lebanon.

Menurut Qalibaf, dua negara yang menjadi bagian dari komite tersebut, yakni Iran dan Amerika Serikat, telah menunjuk perwakilan masing-masing untuk menjalankan mekanisme pengawasan.

Di sisi lain, Teheran menegaskan tetap mengedepankan jalur diplomasi sebagai solusi penyelesaian konflik.

Namun, pemerintah Iran juga menekankan bahwa kemampuan mempertahankan kepentingan nasional tetap menjadi bagian dari strategi yang dijalankan apabila situasi menuntut respons lebih tegas.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa proses menuju normalisasi hubungan kedua negara masih sangat bergantung pada tingkat kepercayaan dan realisasi komitmen yang telah disepakati sebelumnya.

Implementasi MoU kini menjadi indikator utama bagi kelanjutan pembicaraan damai antara Iran dan Amerika Serikat.

Baca berita nasional dan internasional lainnya di JurnalLugas.Com.

(Dahlan)

Tombol Google News - JurnalLugas
Baca Juga  Iran Tak Akan Diam! Araghchi Balasan Keras Jika Infrastruktur Diserang

Pos terkait